Sakawarta, Jakarta – Cuaca hujan yang turun dalam beberapa waktu belakangan ini harus menjadi perhatian khusus bagi pihak yang hendak membangun rumah, agar fondasinya bisa awet dan kokoh hingga puluhan tahun ke depan.
Sebagaimana diketahui, Indonesia berada di kawasan tropis yang memiliki banyak jenis cuaca, mulai dari panas, cerah, berawan, dingin, kabut, sampai hujan.
Principal Architect dari Atelier Riri, Riri Yakub menjelaskan, salah satu yang perlu diperhatikan adalah cuaca hujan yang umumnya terjadi pada periode Oktober hingga Maret setiap tahunnya.
Menurut dia, curah hujan tinggi dapat meningkatkan kelembapan di area tempat tinggal dan berpotensi memengaruhi kondisi rumah, mulai dari rembesan air yang dapat membuat dinding menjadi lembab, berjamur, hingga cat mudah mengelupas.
Riri Yakub yang merupakan Pemilik Rumah Kiri’s House 2.2 itu menyampaikan bahwa membangun rumah ideal bukan hanya mendirikan bangunan saja. Terpenting, bagaimana merancang desain yang didasari pada pemahaman yang dalam terhadap lingkungan dan kehidupan.
“Sehingga akan menghasilkan rumah yang fungsional, nyaman ditinggali dan tetap indah secara estetikanya,” kata dia dikutip dari semenmerahputih.com pada Rabu (31/12/2025).
“Desain rumah di daerah tropis tentu harus mempertimbangkan dua iklim, musim kemarau yang panas dengan teriknya sinar matahari serta musim hujan yang debit airnya tinggi. Tantangannya adalah bagaimana desain rumah harus memberikan fungsionalitas dan kenyamanan tetapi juga memberikan perlindungan dari teriknya panas matahari dan kelembaban udara tinggi,” ujar Riri menambahkan.
Selain itu Riri juga menekankan pentingnya eksekusi konstruksi yang proper dari desain yang ada.
Sebab, eksekusi konstruksi, mulai dari pemilihan bahan bangunan sampai aplikasi akan mempengaruhi ketahanan bangunan dan perawatan yang diperlukan nantinya.
“Pemilihan dan aplikasi bahan bangunan yang sesuai kebutuhan dan benar akan berpengaruh untuk menjaga fungsionalitas dan estetika rumah bertahan lebih lama,” tambah Riri.
Maka itu ia mengajak setiap pihak untuk memilih semen berkualitas seperti produk Semen Merah Putih Watershield untuk menyokong bangunan lebih kokoh dari dalam.
Watershield merupakan semen berteknologi water repellent atau punya efek daun talas pertama di Indonesia, yang diproduksi oleh PT Cemindo Gemilang Tbk. (CMNT), emiten Semen Merah Putih.
“Pentingnya pemilihan bahan bangunan berkualitas tidak dapat diabaikan, terutama ketika menghadapi musim hujan di Indonesia,” ujarnya.
Ia menekankan, bahan bangunan berkualitas tinggi seperti Water Shield memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap tekanan cuaca ekstrem, seperti hujan deras, kelembaban udara tinggi dan sifat tanah yang cenderung basah.
“Kualitas bahan bangunan ini harus bisa mencegah masalah seperti rembesan air tanah, kebocoran dan kerusakan struktural yang dapat merugikan keamanan dan keberlangsungan bangunan,” katanya,
