Site icon sakawarta.com

BP Tapera dan Kementerian PKP Sosialisasi Program FLPP & KPP KUR Perumahan di UKI

Kegiatan dengan mengusung tema Program Pembiayaan Perumahan "Akses Mudah, Cicilan Ringan" ini berlangsung di kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta. Foto: BP Tapera.

Sakawarta, Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melakukan sosialisasi mengenai Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Pembiayaan Perumahan atau KPP KUR Perumahan, salah satunya di lingkungan civitas akademika.

Kegiatan dengan mengusung tema Program Pembiayaan Perumahan “Akses Mudah, Cicilan Ringan” ini berlangsung di kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho bersama dengan narasumber dari Kementerian PKP dan perbankan memberikan materi terkait Program Pembiayaan Perumahan.

Heru menyampaikan mekanisme dan tata cara dalam memanfaatkan program dana bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP.

“Rumah wajib dihuni maupun dirawat. Tidak boleh dipindahtangankan, apalagi dikontrakkan. Karena ini merupakan program pemilikan rumah pertama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” kata Heru dalam keterangannya pada Rabu (19/11/2025).

Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati dalam paparannya menyampaikan bahwa pemerintah Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian lebih kepada masyarakat agar dapat memperoleh akses yang begitu luas bagi pembiayaan perumahan.

“Kenapa begitu concern kepada perumahan, karena kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan perekonomian melalui multiplier effect,” kata Sri Haryati.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyempatkan hadir dalam momentum ini turut menyapa dan mengajak diskusi kepada para peserta forum.

Maruarar Sirait mengundang perwakilan peserta untuk berdiskusi langsung di panggung, seperti dari kalangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), pengembang perumahan, hingga pihak perbankan.

“Program seperti KUR Perumahan seperti ini baru ada di Indonesia sejak pemerintahan Presiden Prabowo, jadi penting untuk segera mengambil manfaatnya,” ujar Maruarar Sirait.

Menteri Ara juga mengingatkan kepada pihak pengembang perumahan bahwa untuk membangun rumah subsidi maka perlu tergabung di asosiasi pengembang perumahan untuk selanjut terdaftar di aplikasi SiKumbang (Sistem Informasi Kumpulan Pengembang).

Rektor UKI Prof. Dhaniswara dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah atas perhatiannya terhadap hunian bagi kalangan civitas akademika.

“Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok, silakan bertanya, manfaatkan kesempatan ini,” ujar Prof. Dhaniswara.

Ketua Pengurus Yayasan UKI, David ML Tobing turut mengapresiasi atas kegiatan ini dan memberikan dukungannya

“Barusan kami juga berdiskusi dengan Komisioner BP Tapera bahwa usai kegiatan ini selanjutnya bisa ditindaklanjuti dengan MoU untuk sosialisasikan program ini lebih lanjut kepada civutas akademika UKI,” sambungnya.

Exit mobile version