Site icon sakawarta.com

BP Tapera Sabet Penghargaan Garda Terdepan Realisasi Rumah Subsidi

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Perumahan Rakyat Periode 2010 – 2011, Suharso Monoarfa kepada Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera Sid Herdi Kusuma. Foto: BP Tapera.

Sakawarta, Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) meraih penghargaan dalam ajang Anugerah Forwapera 2026 yang diselenggarakan di The Hub Sinarmas Land, Kuningan, Jakarta pada Kamis (5/2/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Perumahan Rakyat Periode 2010 – 2011, Suharso Monoarfa kepada Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera Sid Herdi Kusuma, sebagai bentuk apresiasi atas peran strategis dan kinerja BP Tapera dalam mendukung percepatan penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dalam sambutannya, Suharso Monoarfa menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan atas kontribusinya dalam mendukung sektor perumahan.

Ia berharap para pelaku sektor perumahan terus memberikan kinerja terbaik agar penyaluran perumahan dapat berjalan secara optimal.

“Mari kita bersama-sama membantu pemerintah, karena persoalan perumahan bukan hanya persoalan individu, melainkan tanggung jawab bersama,” ujar Suharso Monoarfa dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (7/2/2026).

BP Tapera menerima penghargaan kategori “Garda Terdepan Realisasi Rumah Subsidi” setelah dewan juri (terdiri dari wartawan senior media arus utama di bidang properti) menilai sejumlah indikator kinerja utama.

Salah satu pertimbangan utama adalah pencapaian rekor penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 278.868 unit rumah pada tahun 2025, dengan total akumulasi dana subsidi perumahan yang dikelola sejak 2010 hingga awal 2026 mencapai Rp185,87 triliun.

Selain capaian tersebut, BP Tapera dinilai sebagai pilar utama dalam pelaksanaan Program 3 Juta Rumah. Sebagai instrumen strategis pemerintah, BP Tapera tidak hanya berperan dalam penyediaan pembiayaan, tetapi juga memperkuat ekosistem perumahan melalui kolaborasi dengan para asosiasi pengembang.

Menanggapi apresiasi yang diberikan kepada BP Tapera, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menyampaikan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah untuk pencapaian ini, kami sangat berterima kasih atas apresiasinya dan tentu saja penghargaan dipersembahkan untuk semua pelaku ekosistem perumahan, bank penyalur, pengembang dan asosiasi perumahan serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman yang memang berjuang bersama untuk menghadirkan rumah layak huni bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Komitmen BP Tapera dalam memperluas akses pembiayaan bagi pekerja sektor non-formal juga menjadi perhatian dewan juri. Mulai tahun 2026, alokasi pembiayaan FLPP bagi pekerja sektor informal ditingkatkan menjadi 15 persen per bank, naik dari sebelumnya 10 persen, guna memastikan pemerataan akses hunian layak bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dari sisi kualitas hunian, BP Tapera secara konsisten melakukan bimbingan teknis dan pemantauan rumah subsidi untuk memastikan bahwa hunian yang dibangun tidak hanya terjangkau secara finansial, tetapi juga memenuhi standar keterhunian serta kualitas bangunan yang layak bagi masyarakat.
Peluang dan Tantangan Properti 2026.

Exit mobile version