Site icon sakawarta.com

BP Tapera Target Salurkan FLPP Tahun 2026 ke 350 Ribu Unit Rumah dengan Anggaran Rp37,1 Triliun

Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat, Heru Pudyo Nugroho. Foto: BP Tapera.

Sakawarta, Jakarta – Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho menargetkan pada tahun 2026, penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 350 ribu unit rumah dengan dana sebesar Rp37,1 triliun.

“Yang terdiri dari anggaran DIPA sebesar Rp25,1 triliun dan sisanya dari pengembalian pokok sebesar Rp10,4 triliun yang digulirkan kembali serta saldo awal tahun 2026 sebesar Rp1,6 triliun,” kata Heru dalam keterangan resmi dikutip Kamis (1/1/2026).

“Sesuai dengan Nota Keuangan tahun 2026, Pemerintah mengalokasikan pencadangan pembiayaan investasi untuk memenuhi potensi penambahan target penyaluran FLPP sampai dengan 350.000 unit rumah di tahun depan,” ujar dia lagi.

Memaknai tahun 2026, lanjut Heru, BP Tapera menyusun berbagai strategi peningkatan penyaluran dana FLPP. Salah satunya adalah target peningkatan penyaluran dana FLPP untuk non-formal sebesar 15%.

Ia mengungkapkan, jika tahun 2025 dalam perjanjian dengan bank penyalur hanya mengalokasikan 10% untuk non-formal, namun tahun 2026 ini meningkat menjadi 15% sehingga diharapkan akan semakin banyak non-formal yang akan menikmati pembiayaan KPR Sejahtera FLPP dan semakin merata di seluruh Indonesia.

“Hal ini akan semakin memperluas akses bagi ART, Ojol, pedagang sayur dan profesi non formal lainnya dalam memiliki rumah layak huni,” tutur Heru.

Selain itu, BP Tapera juga menyiapkan diversifikasi produk berupa pengembangan skema program FLPP yang terdiri dari Kredit Bangun Rumah dan Kredit Renovasi Rumah.

“Saat ini kami sedang menyiapkan aturan main dan peraturannya badan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang ditetapkan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP),” ujar Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.

Exit mobile version