Site icon sakawarta.com

Empat Barang yang Beratnya Gak Sampai 300 Gram, Tapi Sering Dibeli Online

Lion Parcel

Sakawarta, Jakarta – Seiring dengan gaya hidup masyarakat yang mengutamakan kepraktisan, belanja online telah menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Produk seperti fesyen, skincare, aksesori, perlengkapan gadget, hingga alat tulis kini lebih sering dibeli secara online karena lebih mudah dan efisien.

Menariknya, banyak barang-barang tersebut ternyata memiliki bobot kurang dari 300 gram. Namun, dalam proses pengiriman, pelanggan sering kali dikenakan tarif minimum 1 kilogram sehingga biaya ongkir tidak sebanding dengan berat paket yang dikirim.

Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwanto mengatakan tren tersebut memengaruhi kebutuhan layanan logistik yang terus berkembang. Semakin banyak pelanggan yang mengirimkan paket ringan sehingga membutuhkan layanan logistik yang sesuai.

“Pengiriman paket ringan meningkat, namun banyak pelanggan mengeluh karena bayar ongkirnya tetap untuk 1 kilogram yang dirasa kurang efisien, bahkan beberapa pelanggan menyebutnya ‘bayar angin’. Melihat kebutuhan tersebut, Lion Parcel menghadirkan layanan baru bernama MINIPACK khusus untuk pengiriman paket ringan di bawah 300 gram,” ujar Kenny dalam keterangannya dikutip Kamis, 6 Agustus 2026.

Data internal Lion Parcel menunjukkan bahwa banyak barang yang umum dikirim masyarakat ternyata memiliki bobot di bawah 300 gram. Sayangnya, banyak pelanggan tidak mengetahui berat asli paket yang akan dikirimkan. Padahal, dengan mengetahui berat kiriman, masyarakat dapat memilih layanan pengiriman yang lebih sesuai dengan karakteristik barangnya.

Berikut beberapa jenis barang yang sering dikirim dan ternyata memiliki berat di bawah 300 gram:

  1. Dokumen & Buku

Dokumen seperti surat, invoice, maupun berkas perusahaan umumnya memiliki bobot di bawah 300 gram. Begitu pula dengan berbagai jenis buku yang sering dibeli secara online, seperti buku saku atau buku tulis, yang sebagian besar juga memiliki berat di bawah 300 gram. Dengan mengetahui karakteristik paket tersebut, pelanggan dapat memilih layanan MINIPACK Lion Parcel agar biaya pengiriman lebih hemat karena tidak dikenakan tarif minimum 1 kilogram.

  1. Fesyen & Aksesori

Produk fesyen dan aksesori menjadi salah satu kategori yang paling sering dibeli secara online. Menariknya, banyak produk di kategori ini memiliki berat di bawah 300 gram, contohnya seperti hijab, kaus kaki, aksesoris kalung, gelang, anting, jepitan, dan lainnya.

“Kami ingin masyarakat semakin sadar bahwa banyak produk yang dibeli sehari-hari sebenarnya masuk kategori paket ringan. Dengan memilih layanan yang sesuai seperti MINIPACK, pelanggan bisa menikmati ongkos kirim yang lebih efisien. Sebagai contoh, pengiriman rute Jakarta-Makassar hanya dikenakan tarif Rp23.000 menggunakan MINIPACK, hemat hingga 50 persen dibandingkan layanan reguler sebesar Rp46.000 per kilogram. Begitu juga dengan rute Jakarta-Medan menggunakan MINIPACK hemat 50 persen Rp18.000, sementara reguler Rp36.000,” jelas Kenny.

  1. Beauty & Personal Care

Kebutuhan beauty & personal care kini semakin banyak dipenuhi melalui belanja online, mulai dari skincare, kosmetik, hingga obat-obatan. Produk seperti serum, sunscreen, dan lipstik umumnya memiliki bobot di bawah 300 gram.

“Tren belanja produk beauty dan personal care saat ini didominasi pembelian dalam jumlah satuan, sehingga bobot paketnya relatif ringan. Untuk kebutuhan seperti ini, MINIPACK Lion Parcel dapat menjadi pilihan karena menawarkan ongkir lebih hemat tanpa mengurangi kualitas layanan, karena kecepatan pengiriman yang setara dengan layanan reguler,” jelas Kenny.

  1. Perlengkapan Gadget

Perlengkapan gadget juga banyak dibeli secara online, seperti charger, kabel data, baterai, case handphone, hingga jam tangan, yang ternyata memiliki berat di bawah 300 gram.

“Selain lebih hemat untuk pengiriman barang berbobot di bawah 300 gram, pelanggan yang membeli perlengkapan gadget juga bisa merasa lebih tenang karena MINIPACK memiliki program Bayar Ongkir di Tempat, Gak Bayar Kalau Telat untuk pengiriman dengan metode pembayaran COD Ongkir. Jadi, jika pengiriman terlambat, pelanggan tidak perlu membayar ongkir sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku,” tutur Kenny. []

Exit mobile version