Sakawarta, Jakarta – Forum Wartawan Perumahan Rakyat (Forwapera) menyelenggarakan diskusi bertema “Peluang dan Tantangan Industri Properti 2026” di The Hub Sinarmas Land, Kuningan, Jakarta pada Kamis (5/2/2026).
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menekankan pentingnya sinergi dan keselarasan data perumahan antara seluruh pemangku kepentingan, agar pemerintah dapat memantau kondisi hunian layak secara akurat.
“Data perumahan harus terintegrasi dan selaras dengan data pemerintah,” ujar Fahri Hamzah dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (7/2/2026).
Fahri juga menegaskan bahwa kebijakan aspek ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) pada perumahan harus dijalankan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Hunian harus memenuhi empat aspek utama yang telah dicanangkan Presiden,” kata Fahri Hamzah.
Dalam kesempatan tersebut, Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, asosiasi pengembang, dan bank penyalur untuk mendukung target penyaluran 350 ribu unit rumah subsidi pada tahun 2026.
“Kami berharap sinergi yang lebih baik agar program perumahan subsidi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujar Sid.
Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Kawasan Permukiman Kementerian PKP Kreshnariza Harahap menyoroti pengembangan rumah susun bersubsidi sebagai salah satu solusi dalam menghadapi peningkatan urbanisasi, khususnya di kawasan perkotaan.
Direktur Utama Pesona Kahuripan Group Angga Budi Kusuma juga menekankan pentingnya sosialisasi yang berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami dan memanfaatkan program perumahan yang disediakan pemerintah.
“Program ini perlu terus disosialisasikan agar masyarakat mengetahui dan merasakan langsung manfaatnya,” ujarnya.
Turut hadir dalam diskusi tersebut Wakil Ketua Himperra Bidang Properti Syariah Hadiana serta Wakil Ketua Umum REI Hari Ganie.
