Sakawarta, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk membukukan Pendapatan Usaha sebesar Rp10,3 triliun sepanjang Semester I 2026, tumbuh sebesar 7,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Pendapatan Usaha Perseroan ini didorong oleh kontribusi Pendapatan Tol sebesar Rp9,5 triliun (naik 6,8%) dan kinerja Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp798,2 miliar (melonjak 17,6%) dibandingkan dengan periode sebelumnya.,” kata Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono dalam keterangannya dikutip Kamis, 3 September 2026.
Pertumbuhan pendapatan yang diimbangi dengan optimalisasi operasional yang terukur berhasil mendorong EBITDA Perseroan mencapai Rp7,0 triliun, meningkat 8,1% dibanding periode yang sama tahun lalu dengan margin EBITDA yang tetap terjaga di level 67,8%.
Rivan menerangkan, capaian EBITDA ini memperkuat kapasitas Perseroan dalam menghasilkan arus kas yang solid untuk memenuhi kewajiban finansial, sekaligus mendukung agenda investasi dan ekspansi usaha secara berkelanjutan.
“Pertumbuhan tersebut juga tercermin pada profitabilitas Perseroan, dengan realisasi Laba Bersih yang diatribusi kepada pemilik entitas Induk sebesar Rp1,9 triliun atau tumbuh 2,0% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” katanya.
Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa pencapaian pada Semester I 2026 merupakan cerminan dari kepercayaan pengguna jalan tol dan kemampuan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan usaha sekaligus memperkuat fundamental bisnis secara berkelanjutan.
Ia menekankan, pencapaian Semester I 2026 merupakan komitmen Perseroan dalam menjaga kesehatan finansial dan pertumbuhan bisnis berjalan selaras dengan peningkatan layanan kepada masyarakat.
“Bagi kami, kinerja keuangan yang solid dan arus kas yang sehat merupakan modal utama untuk terus berinvestasi pada peningkatan standar layanan, digitalisasi sistem management lalu lintas serta peremajaan fasilitas di seluruh koridor tol,” ucapnya.
“Kepuasan dan keselamatan pengguna jalan adalah motor penggerak pertumbuhan volume lalu lintas yang berujung pada penciptaan nilai jangka panjang bagi Perseroan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rivan menambahkan.
Sepanjang Semester I 2026, total volume transaksi tercatat sebesar 647,5 juta kendaraan, meningkat 1,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan realisasi lalu lintas harian rata-rata (LHR) sebesar 3.58 juta kendaraan per hari.
“Peningkatan volume transaksi tersebut turut mendorong pertumbuhan pendapatan tol. Perseroan sekaligus menunjukkan potensi pertumbuhan mobilitas pada jaringan jalan tol yang dikelola Jasa Marga,” kata Rivan.
Memasuki paruh kedua tahun 2026, kata Rivan, Perseroan melihat momentum pertumbuhan positif masih memiliki ruang untuk terus berkembang seiring dengan membaiknya konektivitas dan geliat aktivitas ekonomi nasional.
Rivan menekankan, pencapaian solid di Semester I menjadi pijakan kokoh bagi Perseroan untuk melangkah lebih jauh.
“Kami tidak hanya berkomitmen memberikan imbal hasil yang berkelanjutan bagi pemegang saham, tetapi juga berdedikasi menciptakan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pengguna jalan. Dengan pengalaman dan skala jaringan yang dimiliki, Perseroan akan terus berinovasi, menjaga tata kelola yang bertanggung jawab, serta menghadirkan nilai tambah nyata yang dapat dirasakan oleh investor, mitra bisnis, dan jutaan pelanggan setia kami di setiap kilometer perjalanan,” tutur Rivan. []
