Site icon sakawarta.com

Jasa Marga Catat Pendapatan Usaha Rp19,8 Triliun Sepanjang 2025‎‎

Gerbang Tol Cikampek Utama di Jawa Barat. Foto: Morteza Syariati Albanna.

Sakawarta, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan yang terjaga di tengah dinamika industri infrastruktur.‎‎

Emiten BUMN pengelola bisnis jalan tol ini mencatatkan core profit sebesar Rp3,7 triliun dengan EBITDA margin di level 67 persen.

‎‎Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan sepanjang 2025, pendapatan usaha Jasa Marga tumbuh 5,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp19,8 triliun. ‎‎

“Kontribusi terbesar masih berasal dari pendapatan tol sebesar Rp18,2 triliun, sementara pendapatan usaha lain menyumbang Rp1,6 triliun,” kata Rivan dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

‎‎Adapun kenaikan pendapatan tersebut turut mendorong EBITDA perseroan yang meningkat menjadi Rp13,3 triliun.‎‎

“Stabilitas kinerja ini mencerminkan fundamental bisnis yang tetap resilien,” tutur Rivan.‎‎

Ia mengatakan capaian core profit yang tetap stabil tidak lepas dari pertumbuhan pendapatan dan EBITDA, serta keberhasilan perseroan menekan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5 persen yoy.‎‎

Menurut Rivan, penurunan beban keuangan tersebut merupakan dampak positif dari aksi korporasi equity financing di PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) yang dilakukan pada kuartal IV 2024. ‎‎

Melalui langkah strategis itu, kata dia, Jasa Marga tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 65 persen, sekaligus memperkuat kapasitas keuangan dan fleksibilitas pendanaan perusahaan.‎‎

“Perbaikan struktur keuangan juga tercermin dari meningkatnya Interest Coverage Ratio (ICR) menjadi 3,7 kali,” ucapnya.‎‎

Sementara rasio Interest Bearing Debt to Total Equity (DER) terjaga di level sehat, yakni 1,2 kali. Kondisi ini dinilai memperkuat kemampuan perseroan menjaga rasio covenant di tengah kebutuhan ekspansi dan pengoperasian ruas tol baru.‎‎

Secara operasional, ujar Rivan, Jasa Marga masih memegang posisi market leader industri jalan tol nasional. ‎‎Hingga akhir 2025, total jalan tol yang telah beroperasi mencapai 1.294 kilometer dari total konsesi 1.736 kilometer yang dikelola perseroan.

‎‎”Angka tersebut merepresentasikan 42 persen dari total jalan tol beroperasi di Indonesia,” ujar dia.‎‎

Dari sisi lalu lintas, total volume transaksi di jalan tol Jasa Marga tumbuh 0,35 persen yoy menjadi 1,3 miliar kendaraan, dengan rata-rata lalu lintas harian (LHR) mencapai 3,58 juta kendaraan.‎‎

Sepanjang 2025, kata Rivan, perseroan juga melanjutkan pembangunan sejumlah ruas strategis, antara lain Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi, Jalan Tol Yogyakarta–Bawen, Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, serta Jalan Tol Akses Patimban.‎‎

“Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026, empat dari lima ruas tersebut tengah dipersiapkan untuk dapat beroperasi secara fungsional tanpa tarif guna mendukung kelancaran distribusi lalu lintas,” ujar dia.‎‎

Di sisi layanan, Jasa Marga memperkuat kesiapan operasional melalui peningkatan kualitas perkerasan jalan, penambahan petugas dan armada operasional, optimalisasi teknologi melalui Tollroad Command Center dan aplikasi Travoy, serta peningkatan fasilitas di Travoy Rest dan rest area Jasa Marga Group.‎‎

Memasuki 2026, kata Rivan, perseroan optimistis kinerja akan semakin membaik. ‎‎Adapun sejumlah inisiatif strategis disiapkan, mulai dari optimalisasi alokasi anggaran, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), hingga penyesuaian tarif tol sesuai rencana.‎‎

“Dengan struktur keuangan yang semakin sehat, beban keuangan yang menurun, serta operasional yang solid, Jasa Marga menegaskan komitmennya untuk mempertahankan posisi sebagai pemimpin industri jalan tol nasional sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan,” kata Rivan A. Purwantono.‎

Exit mobile version