Site icon sakawarta.com

Ponakan Prabowo, Thomas Djiwandono Masuk Radar Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono. Foto: Kemenkeu.go.id.

Sakawarta, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto disebut-sebut telah mengajukan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono, menjadi Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI).

‎Thomas Djiwandono merupakan elite Partai Gerindra, sekaligus keponakan dari Presiden Prabowo Subianto.

Desas-desus ini mencuat menyusul pengunduran diri Juda Agung dari posisi Deputi Gubernur BI.

‎Melansir situs resmi BI, seharusnya, masa jabatan Juda Agung berakhir pada tahun 2027 mendatang.

‎Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengakui, Presiden Prabowo telah mengajukan tiga nama ke parlemen agar dilakukan fit and proper test untuk mengisi jabatan Deputi Senior Gubernur BI, yang ditinggalkan oleh Juda Agung.

‎”Salah satu nama yang diajukan adalah Thomas Djiwandono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan,” kata Prasetyo dalam keterangannya kepada wartawan dikutip Selasa (20/1/2026).

‎Pengajuan Thomas ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang independensi bank sentral.

Sebab, pemerintah Prabowo berupaya mendapatkan lebih banyak dukungan untuk mencapai target ekonomi yang ambisius.

‎Para investor khawatir, pembuatan kebijakan moneter independen di ekonomi terbesar Asia Tenggara ini mungkin berada di bawah tekanan, karena Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2029, dari sekitar 5% saat ini.

‎‎Kekhawatiran tersebut meningkat setelah BI meluncurkan kesepakatan pembagian beban baru tahun lalu untuk mendanai beberapa program pemerintah.

‎”Pencalonan tersebut menyusul pengunduran diri Deputi Gubernur BI Juda Agung,” tutur Prasetyo.

Di sisi lain, rupiah melemah pada Senin (19/1/2026), setelah diperdagangkan pada titik terlemahnya sejak April 2025 di tengah ketidakpastian dari kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) yang baru dan kekhawatiran atas defisit fiskal Indonesia yang semakin melebar.

Exit mobile version