Sakawarta, Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile dan mobil tangki air bersih melalui PAM Jaya dalam mendukung upaya pemulihan bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatra.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi warga.
“Melalui PAM JAYA, kami menghadirkan sarana pengolahan dan distribusi air yang dapat dioperasikan langsung di lapangan guna membantu masyarakat di lokasi bencana,” kata Pramono dalam keterangan resmi dikutip Minggu (4/1/2026).
Pramono mengungkapkan, PAM Jaya mengirimkan dua unit IPA portable, 10 unit mobil tangki air bersih, serta 30 personel lapangan yang siap bertugas untuk mendukung layanan air bersih di daerah terdampak.
“Bantuan ini mencerminkan komitmen PAM Jaya dalam menghadirkan akses air bersih yang andal di tengah situasi darurat, dengan mengedepankan kepedulian, profesionalisme, dan semangat pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menjelaskan bahwa pihaknya mengirimkan dua unit mobil IPA Water Treatment Plant (WTP) berteknologi Reverse Osmosis (RO) ke Kabupaten Aceh Tamiang.
Ia menjelaskan, teknologi ini memungkinkan air sungai yang tercampur lumpur dapat diolah menjadi air bersih layak konsumsi dalam waktu relatif cepat.
“Dalam satu siklus 12 jam, masing-masing unit WTP mampu memproduksi sekitar 42.000 liter air bersih. Setelah mesin beroperasi, air dapat diproses dan langsung digunakan oleh masyarakat,” ujar Arief.
Selain WTP mobile, PAM JAYA juga menyiapkan 10 mobil tangki air bersih karena jaringan pipa di lokasi bencana masih tertimbun lumpur dan belum dapat difungsikan secara normal.
Kata Arief, untuk menjaga keberlanjutan operasional, tim teknis PAM JAYA akan bertugas secara bergantian (shifting) setiap dua minggu.
“Kami memastikan kebutuhan air bersih di lokasi bencana dapat terpenuhi, sambil tetap menjaga kesiapsiagaan dan layanan air bersih bagi warga Jakarta,” tambahnya.
Pramono menambahkan, bantuan kemanusiaan ini diperkirakan tiba di lokasi bencana dalam waktu sekitar lima hingga enam hari sejak keberangkatan, terhitung mulai Rabu, 31 Desember 2025.
“Pemprov DKI Jakarta berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan di daerah terdampak bencana,” katanya.
Selain itu, atas persetujuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan DPRD Provinsi DKI Jakarta, Pemprov DKI Jakarta juga telah menyalurkan bantuan dana masing-masing sebesar Rp3 miliar kepada Kota Lhokseumawe, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Aceh Tamiang.
