Site icon sakawarta.com

‎Pemerintah Siapkan 140 Ribu Unit Rusun Bersubsidi di Kawasan Meikarta

Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho di kawasan Meikarta, Cikarang, Jawa Barat, pada Minggu (8/3/2026). Foto: BP Tapera.

Sakawarta, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama BPI Danantara tengah mempersiapkan sekitar 140.000 hunian rumah susun (rusun) bersubsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri PKP Maruarar Sirait atau Ara dalam seremoni yang diselenggarakan oleh Danantara di Kawasan Meikarta.

Menteri Ara menyampaikan, rumah susun tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 30 hektare yang merupakan dana hibah dari Lippo Group.

“Sebelumnya kami telah bertemu dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan lahan ini sudah clear and clean,” kata Maruarar Sirait dalam keterangannya dikutip Rabu (11/3/2026).

Selain itu, juga ada potensi lahan di kawasan Depok seluas 45 hektare hasil kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kondisi).

“Doakan saja semoga lancar terlaksana groundbreaking-nya bulan Juni 2026 mendatang,” ucapnya.

Lebih lanjut Maruarar Sirait menjelaskan, saat ini pemerintah atas arahan Presiden Prabowo Subianto tengah mempersiapkan kebijakan tenor angsuran hingga 30 tahun.

CEO Danantara Rosan Roeslani dalam sambutannya menyampaikan project ini merupakan yang pertama dan terbilang besar sehingga membutuhkan dukungan dari seluruh pihak.

Utusan Khusus Presiden RI yang juga merupakan Ketua Satgas Perumahan Hasyim Djojohadikusumo dalam sambutan dan arahannya mengutarakan, sektor perumahan ini berpotensi mampu memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 1,5 hingga 2 persen.

“Saya harap project ini dapat menjadi contoh bagi yang lain,” katanya.

‎Dalam seremoni penyerahan aset dari Lippo ini, turut hadir Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mendampingi Menteri PKP Maruarar Sirait dalam memberikan penjelasan seputar pemanfaatan aplikasi SiKumbang kepada masyarakat sekitar Meikarta.

Exit mobile version