Site icon sakawarta.com

‎Prabowo: Eks Bos BUMN yang Akal-akalan Harus Siap Dipanggil Kejagung

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya di Gedung Utama Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, pada Senin, 20 Oktober 2025. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

‎‎Sakawarta, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengatakan secara gamblang, banyak pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tidak efisien sehingga merugikan negara. ‎‎

Dengan demikian, Prabowo membentuk BPI Danantara sebagai pengelola utama kekayaan negara dalam bentuk BUMN.‎‎

Semula, Prabowo membeberkan bahwa negara telah mengumpulkan semua pengelolaan manajemen dalam satu pengelola senilai US$ 1 triliun.

‎‎”Saya sudah menghimpun semua kekuatan milik negara dalam 1 manajemen dalam satu pengelolaan yang nilainya US$ 1 triliun. Lengkapnya US$ 1.040 miliar asset under management,” kata Prabowo di Rakornas Kepala Daerah 2026 di SICC Sentul, Jawa Barat, dikutip Selasa (3/2/2026).‎‎

Prabowo menerangkan, sebelumnya pengelolaan BUMN terbagi ke masing-masing perusahaan hingga beranak pinak mencapai ribuan entitas.

Maka itu, dibentuk Danantara untuk mengelola BUMN.‎‎”Tadinya terpecah-pecah dalam 1.040 perusahaan. Bayangkan enggak? Siapa yang bisa manage 1.000 perusahaan? Ini akal-akalan,” tutur Prabowo.‎‎

Dia mewanti-wanti bagi pemimpin-pemimpin BUMN yang ketahuan melakukan akal-akalan akan disikat. ‎‎

Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan, kalau tidak mau tanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan, maka siap-siap saja dipanggil Kejaksaan Agung (Kejagung).‎‎

“Saya katakan pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab jangan enak-enak aja kau. Siap-siap kau dipanggil Kejaksaan,” ujar Prabowo.‎‎

Prabowo menekankan peringatannya ini bukan cuma omong kosong belaka. Ia mengaku tidak takut pada siapapun, kecuali kepada rakyat Indonesia dan juga tuhan maha besar.‎‎

“Kan mereka ngejek Prabowo tuh hanya bisa ngomong di podium aja. Oh ya? Tunggu aja panggilan. Lu jangan nantang gue lu! Saya hanya takut sama rakyat Indonesia dan tuhan maha besar,” kata Prabowo Subianto. ‎

Exit mobile version