Site icon sakawarta.com

‎Pramono Anung Targetkan Bedah Rumah 633 Hunian Masyarakat Kurang Mampu di DKI pada 2026

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri agenda bedah rumah di Kelurahan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (16/3/2026). Foto: Humas Pemprov DKI Jakarta.

Sakawarta, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Program Bedah Rumah yang diinisiasi Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta di Kelurahan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (16/3/2026).

“Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu dengan target 633 unit rumah sepanjang 2026,” kata Gubernur Pramono dalam keterangannya dikutip Senin (16/3/2026).

‎Ia menyampaikan, Program Bedah Rumah merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Baznas (Bazis), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga sektor swasta.

Menurut dia, program ini menjadi wujud nyata pemanfaatan dana sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus meningkatkan kualitas hunian warga Jakarta.

‎“Hari ini secara resmi saya meresmikan program bedah rumah di Jakarta. Untuk tahun 2026, kita menargetkan lebih dari 600 rumah akan direnovasi. Program pada 2025 juga telah terlaksana seluruhnya. Dana yang terkumpul di Baznas Bazis harus benar-benar dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang kurang beruntung,” ujar Gubernur Pramono.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program bedah rumah dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan di berbagai wilayah Jakarta.

‎“Saya meminta Baznas (Bazis) terus berkolaborasi dengan BUMD, BUMN, dan pihak swasta agar program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Program ini juga terbuka bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang agama,” jelasnya.

Gubernur Pramono juga secara simbolis menyerahkan 24 unit rumah yang telah selesai direnovasi. Rinciannya terdiri dari 10 unit di Jakarta Pusat, 11 unit di Jakarta Selatan, dua unit di Jakarta Barat, dan satu unit di Jakarta Utara.

‎Ketua Baznas (Bazis) Provinsi DKI Jakarta, Abu Bakar menjelaskan, masyarakat yang ingin mengajukan program bedah rumah dapat melapor melalui RT dan RW, kemudian diteruskan ke kelurahan untuk dilakukan verifikasi.

‎“Selama proses renovasi berlangsung, pemilik rumah juga difasilitasi tempat tinggal sementara. Seluruh biaya renovasi ditanggung Baznas Bazis yang bersumber dari dana umat,” ungkapnya.

Salah satu penerima manfaat program bedah rumah, Atun, mengaku rumahnya kini jauh lebih layak dihuni setelah direnovasi.

‎“Sebelumnya rumah sering bocor dan air menggenang saat hujan. Ventilasi juga tidak ada. Sekarang rumahnya sudah jauh lebih baik dan layak untuk dihuni,” tutur Atun.

Sebagai informasi, program bedah rumah turut didukung PAM Jaya, Perumda Dharma Jaya, Pertamina, dan Pegadaian. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan program perbaikan rumah bagi masyarakat di Jakarta.

Exit mobile version