Site icon sakawarta.com

Profil Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa

Panglima Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan (BB) yang baru Hendy Antariksa. Foto: Instagram/@bobbynst.

Sakawarta, Jakarta – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyambut kedatangan Mayjen TNI Hendy Antariksa sebagai Panglima Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan (BB) yang baru, menggantikan Mayjen TNI Rio Firdianto yang pindah tugas sebagai Asisten Intelijen Panglima TNI.

Mayjen TNI Hendy Antariksa merupakan lulus Akademi Militer (Akmil) Magelang, angkatan 1993, kecabangan Infanteri/Kopassus.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Akmil, Hendy langsung ditempatkan di Komando Pasukan Khusus (Kopassus), satuan elite TNI AD yang dikenal dengan kemampuan tempur dan operasi khususnya.

Mengutip informasi berbagi sumber, saat bertugas di Kopassus, Hendy bertugas di Satuan 81 Penanggulangan Teror (Sat-81/Gultor), unit elite yang fokus pada kontra-teror. Pengalaman ini membentuk karakter kepemimpinan yang tegas dan disiplin tinggi.

Karier Hendy pun berkembang dari taktis di lapangan hingga strategis di markas besar dan lintas instansi.

Setelah lulus, ia sempat menjadi Komandan Batalyon Infanteri 300 Raider/Yonif 300/Braja Wijaya, salah satu batalyon infanteri elite TNI AD.

Kemudian, pada tahun 2010-2011, Hendy menjabat sebagai Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-E/Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon. Tugasnya ialah memimpin pasukan dalam misi perdamaian PBB di sana.

Penugasan PBB di Lebanon, memberinya pengalaman dalam operasi multinasional dan diplomasi militer.

Selanjutnya, pria kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 20 Maret 1971 silam itu, menjabat sebagai Komando Distrik Militer 0621 di Bogor dan memimpin komando teritorial tingkat daerah sampai tahun 2013.

Lalu, pada tahun 2018, ia menjabat sebagai Perwira Pembantu (Paban) Utama V/Kerjasama Militer Staf Operasi Angkatan Darat, dengan fungsi strategis dalam hubungan militer internasional.

Berselang dua tahun atau tepatnya pada 2020, Hendy menjabat sebagai Paban Utama VI/Kemanunggalan TNI, Rakyat, Latihan, dan Kerjasama Luar Negeri Non Asean Staf Latihan Angkatan Darat, fokus pada latihan dan kerja sama multilater al.

Kemudian, pada 1 April 2023, Hendy berperan penting dalam manajemen sistem komando TNI AD sebagai Kepala Pusat Komando dan Pengendalian Angkatan Darat (Kapuskodalad) hingga ia dimutasi menjadi Direktorat Sumber Daya Manusia (SDM) Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemenhan), posisi lintas institusi yang memperluas wawasan dan pengalaman strategisnya.

Hendy lantas dipromosikan menjadi Komandan Komando Operasi Khusus (Koopssus TNI), memimpin satuan operasi gabungan TNI yang fokus pada tugas khusus.

Tak lama, ia kembali dimutasi pada tanggal 1 Juli 2025 menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Danseskoad) alias pimpinan lembaga pendidikan strategis yang mempersiapkan perwira tinggi TNI AD.

Belasan tahun pengabdian di unit elite kopassus dan jabatan strategis membentuk reputasi profesionalisme tempur maupun manajerial.

Hendy Antariksa dikenal memiliki kompetensi operasi khusus dan kontra terorisme melalui Kopassus. Selain itu, juga punya kepemimpinan komando di semua tingkat, dari batalyon sampai satuan gabungan dan lembaga pendidikan.

Hendy pun memiliki wawasan strategis dan bisa berkolaborasi lintas sektor pascamengenyam pengalaman di Kemhan dan staf TNI AD.

Jejak karier ini mencerminkan kombinasi pengalaman taktis, operasional, dan strategis yang menjadi modal utama kepemimpinan Mayjen TNI Hendy Antariksa sebagai Kodam I/Bukit Barisan (BB) yang baru, menggantikan Rio Firdianto.

Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Bobby Nasution pun teramat menyambut kedatangan Hendy Antariksa.

“Selamat datang di Sumatera Utara, Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa sebagai Pangdam I Bukit Barisan yang baru. Semoga kehadiran Bapak dapat membawa kemajuan dan keamanan bagi masyarakat Sumatra Utara,” kata Bobby Nasution pada Senin (15/12/2025).

Exit mobile version