Site icon sakawarta.com

SMF Salurkan Dana Sebesar Rp1,190 Miliar untuk Bangun 20 Rumah Inti Tumbuh Konvensional di Kalsel

Kolaborasi SMF, Kementerian PKP, dan Pemkab Hulu Sungai Selatan di Kalsel, bangun 20 rumah. Foto: SMF.

Sakawarta, Jakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dalam merealisasikan pembangunan 20 unit Rumah Inti Tumbuh Konvensional (RITK) untuk komunitas petugas kebersihan di Desa Sungai Raya Selatan, Kabupaten HSS, Kalsel.

Adapun peresmian 20 unit Rumah Inti Tumbuh Konvensional dilakukan oleh Bupati Hulu Sungai Selatan, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PKP Anggoro Putro, dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF Bonai Subiakto di Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan pada Kamis, 5 Februari 2026.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF Bonai Subiakto mengungkapkan, program ini merupakan bagian dari komitmen Perusahaan sebagai SMV Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang mendukung upaya pemerintah Prabowo Subianto untuk menghapus kemiskinan ekstrem, sekaligus menekan backlog pemilikan hunian layak, serta mengakselerasi realisasi Program 3 Juta Rumah.

“Pelaksanan program ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya melalui penghapusan kemiskinan agar dapat mewujudkan pembangunan kota dan permukiman berkelanjutan sebagaimana tercantum dalam tujuan SDGs nomor 11,” kata Bonai dalam keterangan resmi dikutip Kamis (5/2/2026).

Bonai menjelaskan, melalui program kolaborasi ini SMF mengalirkan bantuan dana hibah Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebesar Rp1,190 miliar untuk membangun 20 unit rumah, yang disalurkan melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM Mitra Sejati Kecamatan Kandangan).

Adapun pembangunan rumah komunitas ini berlokasi di Jalan Pantai Raya, Desa Sungai Raya Selatan, Kecamatan Sungai Raya ini merupakan lahan milik Pemerintah Daerah HSS dan didukung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) berupa jalan perumahan.

Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PKP Anggoro Putro menyampaikan apresiasi kepada SMF atas sumbangsih dalam program pembangunan 3 juta rumah sesuai arahan Presiden Prabowo untuk bergotong royong membangun rumah untuk rakyat.

“Harapannya dengan rencana beberapa proyek kolaborasi yang akan dilaksanakan antara Kementerian PKP dengan SMF di tahun 2026, dapat berjalan dengan lancar seperti yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan saat ini,” ujarnya.

Kolaborasi program TJSL SMF ini dirancang sebagai model kolaborasi pentahelix yang berorientasi pada penyelesaian persoalan perumahan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Menurut dia, pendekatan ini tidak hanya menempatkan SMF sebagai inisiator, tetapi sebagai enabler yang menghubungkan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ekosistem kerja sama seperti pemerintah pusat dan daerah, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, hingga media untuk memperluas kesadaran publik.

“Sinergi ini memastikan solusi yang dihadirkan lebih terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan,” kata dia.

Bupati HSS Syafrudin Noor menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada SMF atas kepedulian dan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petugas kebersihan melalui program TJSL untuk membangun 20 unit RITK di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang telah berkontribusi melalui pembangunan PSU berupa jalan perumahan sehingga kawasan Rumah Komunitas ini memiliki akses yang layak dan nyaman.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong program-program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat, terutama kelompok pekerja pelayanan dasar. Sinergi lintas sektor seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan guna mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing.

“Dengan diresmikannya Rumah Komunitas Petugas Kebersihan ini, diharapkan seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal demi kepentingan bersama,” kata dia.

Adapun bantuan pembangunan rumah komunitas ini merupakan pilot project program bantuan rumah yang mengusung RITK di Kalimantan, di mana nantinya Pemda melakukan pengembangan secara terpadu yang tidak hanya berfokus pada rumah bantuan, tetapi juga dirancang untuk pengembangan lanjutan berupa klaster perumahan subsidi dan klaster perumahan relokasi bagi masyarakat terdampak bencana.

Konsep program bantuan rumah RITK ini terdiri atas bantuan konstruksi rumah inti modular tipe 18 senilai Rp58 juta/unit yang dibangun di lahan seluas 3 hektare, didesain untuk mencakup daya tampung hunian hingga 147 kavling rumah dengan masing-masing kavling berukuran 10m x 10m (100m²), dilengkapi kavling penunjang area komersial, ruang terbuka publik /taman bermain, dan bank sampah.

“Lokasi kawasan ini berada tidak jauh dengan jalan nasional, mudah dijangkau dan bebas banjir,” katanya.

Pembangunan RITK sendiri dilaksanakan secara swakelola oleh Badan Keswadayaan Masyarakat Mitra Sejati yang ditunjuk oleh Pemerindan Daerah HSS mulai tanggal 13 Agustus 2025 sampai dengan 9 Desember 2025.

Bonai mlanjukan, rumah komunitas petugas kebersihan ini diharapkan nantinya tidak hanya dapat difungsikan sebagai fasilitas fisik, tetapi juga diharapkan menjadi ruang kebersamaan, pembinaan, serta penguatan solidaritas bagi para petugas kebersihan.

“Keberadaan fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan semangat kerja serta memberikan manfaat sosial yang berkelanjutan,” ujar dia.

Salah satu penerima manfaat yaitu Maulina mengucapkan terima kasih dan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan.

Ia yang sehari-harinya menjadi petugas RTH di Kecamatan Kandangan, Kabupaten HSS itu kini sudah memiliki rumah. Sebelumnya, ia tinggal menumpang di rumah keluarganya dengan kondisi yang sangat terbatas, baik dari segi ruang maupun kenyamanan.

“Bantuan Rumah Inti Tumbuh Konvensional ini benar-benar memberikan dampak yang besar bagi kami. Selain meningkatkan kualitas tempat tinggal, bantuan ini juga menumbuhkan semangat dan harapan untuk terus berusaha memperbaiki taraf hidup keluarga,” ujarnya.

Kabupaten HSS merupakan salah satu dari 33 kota penerima bantuan Program Penigkatan Kualitas Rumah di Daerah Kumuh SMF. Tercatat sejak tahun 2019-2025 SMF telah mengalirkan total bantuan sebesar Rp49,179 miliar untuk membangun dan merenovasi 747 rumah di 33 kota di seluruh Indonesia.

Exit mobile version