Sakawarta, Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi milik PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (Kode IDX: SMCB) atau SBI di Tuban, Jawa Timur yang memiliki nilai investasi sebesar Rp1,4 triliun pada Jumat (6/3/2026).
Wapres Gibran menyampaikan dukungannya agar industri semen domestik dapat lebih memainkan peran dalam persaingan di kancah internasional, dengan tetap menjaga serta meningkatkan standar dan kepatuhan terhadap pengelolaan lingkungan.
“Semoga segera operasional dan mendukung peningkatan kapabilitas bangsa di kancah global serta agenda pembangunan yang berkelanjutan dan rendah emisi, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di mancanegara,” kata Gibran Rakabuming dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (7/3/2026).
Gubernur Provinsi Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa juga mengapresiasi langkah yang dilakukan Solusi Bangun Indonesia terhadap perlindungan lingkungan dan upaya-upaya dekarbonisasi yang dilakukan SBI dalam transisi industri hijau menuju Net Zero Emission 2050.
Salah satu langkah strategis yang dirujuk yaitu pemanfaatan bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF) yang dikelola oleh divisi pengelolaan limbah ramah lingkungan milik Solusi Bangun Indonesia yang bernama Nathabumi.
Adapun proyek pengembangan fasilitas dermaga dan fasilitas produksi di Pabrik Tuban tersebut, merupakan bagian dari realisasi kerja sama strategis antara PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dan Taiheiyo Cement Corporation.
Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali mengungkapkan, kerja sama strategis yang diresmikan pada tahun 2021 silam mencakup peningkatan ekspor, penelitian dan pengembangan (R&D) produk dan solusi berkelanjutan, serta pertukaran teknologi yang tidak hanya memberikan manfaat bisnis.
“Tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan lebih lanjut dalam sektor industri semen dan konstruksi,” kata Rizki Kresno Edhie dalam keterangannya dikutip Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan, dengan nilai investasi sebesar Rp1,4 triliun, proyek ini mencakup sejumlah pengembangan fasilitas dermaga maupun pabrik. Salah satunya adalah peningkatan kapasitas Terminal Khusus dari 15.000 Deadweight Ton (DWT) menjadi 50.000 DWT.
“Penambahan kapasitas ini dilakukan dengan membangun jetty trestle dan jetty platform baru yang terhubung dengan existing jetty,” ujarnya.
Sedangkan untuk mendukung produksi, proyek ini juga mencakup pembangunan fasilitas seperti blending silo system dengan kapasitas 8.000 ton, clinker silo system berkapasitas 15.000 ton, dan 2 cement silo system masing-masing berkapasitas 18.000 ton.
Selain itu, proyek ini juga melibatkan pemasangan fasilitas transport berupa tube conveyor sepanjang 4,1 km, tripper conveyor, dan ship loader dengan kapasitas 1.000 tons per hour (tph) yang berfungsi mengirim semen curah dari pabrik menuju kapal yang bersandar di dermaga.
Rizki Kresno Edhie Hambali mengatakan fasilitas yang kini telah mencapai 99% tersebut, dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2026 dengan estimasi volume 450 ribu ton tahun ini, dari kemampuan pemenuhan permintaan pasar ekspor hingga 1 juta ton semen per tahun.
“Dalam sinergi bersama SIG dan kerja sama dengan Taiheiyo, fasilitas ini akan menjadi bagian dari penguatan kapasitas industri nasional untuk menjangkau pasar global, dan strategi peningkatan utilisasi di tengah perlambatan pasar domestik,” tutur Rizki Kresno Edhie Hambali.
Sebagai infomasi, turut hadir dalam agenda ini Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) selaku induk usaha, Indrieffouny Indra dan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.
