Properti

Setelah UKI, BP Tapera dan Kementerian PKP Sosialisasi Program Pembiayaan Perumahan di UI

Sakawarta, Jakarta – Pihak Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) diundang menjadi narasumber untuk menyosialisasikan program pembiayaan perumahan di Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (UI) melalui kegiatan PropertiInovasi 2025 yang berlangsung di Balairung UI, Depok, Jawa Barat.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho dalam paparannya menyampaikan bahwa Program Tiga Juta Rumah ini diterjemahkan melalui asta cita pemerintahan Presiden Prabowo.

“BP Tapera ditugasi oleh pemerintah untuk menyalurkan dana bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan alokasi peningkatan dana yang cukup signifikan, yaitu 350.000 unit rumah di tahun 2025,” kata Heru dalam keterangan resmi pada Rabu (19/11/2025).

Heru menjelaskan bahwa data backlog hunian trennya mengalami penurunan setiap tahunnya. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan indikasi bahwa program pemerintah terkait pembiayaan perumahan ini berhasil.

“Kami bersama pemerintah juga terus lakukan optimalisasi sinergi peran pemangku kepentingan, seperti melakukan blended financing antara dana perbankan, dana tapera, dan sumber dana lainnya,” ujar Heru.

Selain itu, Heru juga mengungkap tantangan yang ada saat ini dalam dinamika rumah subsidi, salah satunya terkait bankability debitur.

Baca Juga  BP Tapera Berkolaborasi Lintas Sektor, Gerak Cepat Siapkan Rumah untuk Guru

“Di mana kebanyakan dari calon debitur yang mengajukan diri sedang tercatat ataupun menanggung pinjaman online,” ucapnya.

Oleh karena itu, Heru mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan pinjaman online.

Staf Ahli Menteri Bidang Pembiayaan, Pencegahan Korupsi, dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian PKP Budi Permana menegaskan, dalam industri pembangunan rumah subsidi terdapat setidaknya 185 usaha maupun industri lainnya bergerak dalam membangun 1 unit rumah, menyumbang 2% dalam perekonomian Indonesia.

“Oleh karena itu, Presiden Prabowo melalui Kementerian PKP melakukan terobosan untuk Program Tiga Juta Rumah,” ujarnya.

Budi Permana menyampaikan salah satu program yang disediakan adalah melalui KUR Perumahan.

Ketua DPP Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto yang turut menjadi narasumber menyampaikan di berbagai negara, sektor properti memang menjadi salah satu indikator pertumbuhan negara.

“Perlu ada peran serta masyarakat, baik sebagai konsumen maupun aktor intelektual, sehingga pemerintah dapat menyusun strategi kebijakan maupun regulasi,” ujar Joko.

Co-founder Milikirumah.com, Marine Novita menyampaikan terkait program Pra KPR.

“Konsumen kami 60% saat ini berasal dari sektor informal,” ujar Marine Novita.

Related Articles

Back to top button