Ekonom Kritisi Sikap Airlangga Hartarto Terlalu Pede Ekonomi RI Tetap Tumbuh saat Sumatra Porak-poranda

Sakawarta, Jakarta – Ekonom dari Universitas Andalas (Unand) Prof. Syafruddin Karimi mengecam pernyataan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengaku percaya diri alias pede bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada pada kisaran 5,6 persen, meski ada bencana besar menghujam wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
“Bagaimana pula seorang Menko Perekonomian berani sebut tak berpengaruh terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional. Memangnya 3 provinsi itu selama ini tak dihitung berkontribusi secara nasional?” kata Syafruddin dalam keterangan resmi dikutip Senin (8/12/2025).
Syafruddin menyayangkan sikap Airlangga yang overconfidence, namun dinilainya dapat melukai hati rakyat yang sedang tertimpa musibah.
“Kita sangat berharap para petinggi kita agak berempati memberi pernyataan,” ujarnya.
Syafruddin berpendapat, bagi rakyat Indonesia, membangun rumah itu adalah akumulasi modal jangka panjang. Begitu juga dengan sawah dan ladang yang kini luluh lantak akibat diterjang banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November kemarin.
“Kini ribuan hancur karena banjir bandang dan longsor. Pemiskinan sudah otomatis terjadi. Ini mencakupi 3 provinsi yang tak kurang dari 10 juta penduduk,” ucapnya.
Syafruddin menegaskan, sebaiknya pemerintah pusat maupun pemerintah daerah perlu mendengar, serta menghargai local knowledge dan local wisdom.
“Ketika local knowledge menyampaikan pesan bahwa bencana alam ini terutama akibat ulah manusia terkait pembalakan dan penambangan yang memperparah kerusakan akibat hidrometeorologi, mengapa kita cenderung menolak local knowledge? Mengapa kita tidak menghargai?” kata Syafruddin Karimi.







