Mengantisipasi Titik Lelah saat Berkendara di Tol Astra Infra

Sakawarta, Jakarta – Mencapai tujuan dengan selamat adalah harapan sekaligus menjadi hal paling utama dalam setiap perjalanan. Senior Instructor Safety Defensive Driving Consultant Indonesia, Sony Susmana mengatakan dalam perjalanan jarak jauh di jalan tol, masih banyak pengendara yang memaksakan diri untuk terus tancap gas demi segera tiba di tujuan meskipun kondisi tubuh sudah lelah dan membutuhkan istirahat.
“Padahal, kelelahan menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan di jalan tol akibat pengemudi mengabaikan tanda-tanda kelelahan,” kata Sony dalam keterangan resmi dikutip Kamis (1/1/2026).
Menurut dia, kemampuan pengemudi dalam mempertahankan kondisi fisik dan fokus dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kualitas tidur sebelum perjalanan, kebiasaan beristirahat secara berkala di sela perjalanan, kondisi kesehatan pengemudi, asupan makanan, usia, hingga kenyamanan dan kebersihan kabin kendaraan, serta suasana berkendara.
Sony mencermati, pada umumnya pengemudi akan mengalami penurunan kondisi fisik dan fokus setelah 3–4 jam berkendara.
“Tubuh sebenarnya sudah mengirimkan sinyal, seperti mata terasa perih atau berat, sering menguap, pegal pada anggota tubuh, hingga menurunnya kemampuan otak untuk berkonsentrasi,” jelas Sony.
Ia mengingatkan pentingnya pengemudi agar segera mengambil keputusan untuk beristirahat di rest area terdekat ketika tanda-tanda tersebut sudah muncul.
“Pengemudi tidak disarankan menunggu hingga benar-benar mengantuk, karena pada kondisi tersebut kemampuan otak sudah tidak optimal untuk berpikir jernih dan berpengaruh kepada pengambilan keputusan saat berkendara,” ucapnya.
Group Chief Technical Officer ASTRA Infra Rinaldi melanjutkan, untuk itu pihaknya telah menyiapkan sejumlah rest area yang memadai di sepanjang ruas tol Tangerang–Merak, Cikopo–Palimanan, dan Jombang–Mojokerto.
“Secara khusus pada periode libur Nataru, ASTRA Infra Toll Road Cikopo-Palimanan menyiagakan rest area fungsional di KM 77 & KM 188 arah Jakarta guna memastikan kenyamanan perjalanan pengguna jalan,” ujarnya.
Menurut dia, seluruh rest area ASTRA Infra telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti toilet bersih dan gratis, mushola, area kuliner dengan beragam pilihan, minimarket, SPBU dan SPKLU.
Lalu, penambahan kapasitas area parkir serta sejumlah fasilitas inklusif seperti parkir khusus wanita, toilet difabel dan ruang laktasi untuk mendukung kenyamanan dan kebutuhan seluruh pengguna jalan selama perjalanan.
Rinaldi menekankan, ASTRA Infra juga mengimbau pengguna jalan untuk dapat memanfaatkan fasilitas beristirahat di luar area jalan tol dan dapat masuk kembali ke area jalan tol tanpa dikenakan tarif tol tambahan.
“Hal ini dimungkinkan karena ASTRA Infra menerapkan sistem pembayaran tertutup, yaitu pengguna jalan tol melakukan pembayaran berdasarkan jarak tempuh saat ke luar dari jalan tol,” katanya.







