Bisnis

Kepala BP BUMN Dony Oskaria Tegaskan, Konsolidasi Industri Galangan Kapal Dilakukan oleh PT PAL

Sakawarta, Jakarta – Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria menyatakan kesiapannya untuk melakukan penguatan industri galangan kapal nasional.

Dony Oskaria menyebutkan, konsolidasi galangan kapal akan dilakukan di bawah PT PAL sebagai bagian dari penguatan kapasitas nasional.

Ia pun menyampaikan apresiasi terhadap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang telah mendorong tumbuhnya industri ini.

“Dan berterima kasih tentunya karena industri ini tumbuh dari KKP, sehingga industri dari galangan-galangan kapal kita itu akan menjadi optimal kan. Ini sejalan dengan cara kita untuk melakukan konsolidasi dari pada galangan kapal kita. Ini bagus sekali kan,” ujar Dony Oskaria dikutip dari setkab.go.id pada Jumat (13/2/2026).

Dony memastikan bahwa proses konsolidasi tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Dia menilai langkah ini akan membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi lulusan teknik perkapalan dan sektor terkait.

“Kemudian juga Jaladri nanti tidak hanya akan mengembangkan di sisi hulunya, tetapi juga hilirnya. Jadi nanti industri turunan dari pada perikanan kita itu juga akan kita kembangkan secara masif. Nah ini pertumbuhan pembukaan lapangan pekerjaannya itu akan sangat masif ke depannya,” ucapnya.

Baca Juga  Pramono Anung: APBD Pemprov DKI Jakarta Tahun 2026 Sebesar Rp81,32 Triliun, Turun Rp10,54 Triliun

Dony juga menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari perubahan orientasi ekonomi nasional yang lebih mendasar. Ia pun menggarisbawahi pentingnya membangun ekonomi berbasis kekuatan domestik.

“Sehingga nanti harapannya semakin banyak tenaga kerja yang bisa kita kembangkan dan basis ekonomi kita juga kembali kepada kekuatan kita sendiri. Kita punya laut, kita punya pangan, ya kan. Nah inilah supaya ini juga disampaikan kepada masyarakat,” kata Dony Oskaria.

Ia menjelaskan, di sisi bersamaan, Kampung Nelayan Merah Putih akan menjadi bagian dari ekosistem yang dikelola melalui BUMN PT. Agrinas Jaladri Nusantara (Persero).

“Ini kan masuk dalam ekosistem yang akan nanti dikelola melalui Jaladri. Jadi ini kan memang bagaimana kita mengoptimalkan potensi dari pada laut kita, sehingga Jaladri nanti akan fokus kepada pengembangan produktivitas di industri perikanan kita,” ujar Dony.

Menurut Dony, pembangunan kampung nelayan tidak hanya berhenti pada aspek fisik, tetapi juga harus dipersiapkan secara bisnis, termasuk offtake hasil produksi.

Sementara, Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih terus menunjukkan kemajuan signifikan. Pada tahap pertama, pembangunan dilakukan di 65 titik.

“Ya, progres sudah 50 persen dari tahap 1 dan mudah-mudahan bisa segera selesai di Februari,” ujar Trenggono.

Related Articles

Back to top button