Albertus Wiroyo Karsono Tegaskan Kepemimpinan AAJI ke Depan Harus Reliable

Sakawarta, Jakarta – Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Albertus Wiroyo Karsono mengungkap hal-hal yang akan dilakukannya hingga tahun 2028 mendatang, setelah terpilih menjadi pimpinan AAJI melalui mekanisme Rapat Anggota Luar Biasa (RALUB) Tahun 2026.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan AAJI ke depan akan berfokus pada penguatan tata kelola, konsolidasi organisasi, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap industri asuransi jiwa.
Albertus menyampaikan komitmennya untuk mempercepat pembentukan susunan Dewan Pengurus agar organisasi dapat segera bekerja secara efektif dan solid.
Baca juga: Albertus Wiroyo Karsono Ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengurus AAJI, Gantikan Budi Tampubolon
Dalam sesi tanya jawab dengan peserta RALUB, saat diminta menyampaikan satu kata yang merepresentasikan arah program kerjanya, Albertus menegaskan bahwa kepemimpinan AAJI ke depan harus “Reliable”.
“Yang artinya dapat diandalkan oleh seluruh perusahaan anggota, regulator, dan masyarakat,” kata Albertus dalam keterangan resmi AAJI dikutip Rabu (25/2/2026).
Menurut dia, nilai tersebut menjadi landasan kuat dalam memastikan kebijakan, agar dijalankan secara konsisten, serta diharapkan dapat memperkuat kepercayaan terhadap industri asuransi jiwa.
Lebih lanjut Albertus menyampaikan beberapa fokus utama yang akan menjadi perhatian kepengurusan AAJI ke depan.
Pertama, penguatan sales conduct untuk memastikan praktik pemasaran asuransi jiwa berjalan secara etis dan bertanggung jawab.
Kedua, pelaksanaan roadmap industri yang telah ditetapkan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan asosiasi akan diarahkan untuk memperluas inklusi asuransi, melalui kerja sama dengan seluruh perusahaan anggota agar perlindungan asuransi dapat menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas dan beragam.
Ketiga, penguatan transparansi dalam tata kelola organisasi dan komunikasi industri kepada publik.
Melalui RALUB ini, AAJI menegaskan komitmennya untuk memastikan organisasi berjalan dengan prinsip tata kelola yang baik, akuntabel, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat ‘Menjaga Kepercayaan, Mengukir Makna’.
“Tagline tersebut mencerminkan tekad industri asuransi jiwa untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat melalui praktik usaha yang bertanggung jawab, transparan, serta berorientasi pada perlindungan pemegang polis,” ujarnya.
AAJI berharap kepemimpinan baru ini mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus memperkuat peran strategis industri asuransi jiwa sebagai mitra jangka panjang bagi masyarakat dan perekonomian nasional, dengan menghadirkan nilai yang nyata dan berkelanjutan.
“Ke depan, AAJI akan terus melanjutkan berbagai agenda strategis bersama para pemangku kepentingan, termasuk penguatan tata kelola industri, peningkatan kualitas layanan, pengembangan sumber daya manusia, serta perluasan literasi dan inklusi asuransi jiwa di Indonesia,” katanya.







