Bisnis

Bank Saqu Hubungkan Ekosistem dan Peluang Bisnis melalui Solopreneur Society

Sakawarta, Jakarta – Bank Saqu, layanan perbankan digital milik Astra Financial dan WeLab, memperluas dukungannya terhadap pertumbuhan solopreneur melalui Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club.

Setelah melibatkan lebih dari 1.000 solopreneur dari berbagai industri sejak 2024, program yang sebelumnya dikenal sebagai Solopreneur Academy kini berkembang dari ruang pembelajaran menjadi growth ecosystem yang menghubungkan para founder dengan pengetahuan, jaringan bisnis, serta akses terhadap solusi finansial untuk mendukung pertumbuhan usaha.

Perkembangan bisnis tidak hanya membutuhkan kemampuan founder dalam mengelola usaha, tetapi juga dukungan ekosistem yang tepat. Laporan Striving to Thrive: The State of Indonesian Micro and Small Enterprises 2024/25 menunjukkan bahwa lebih dari 50% usaha mikro dan kecil yang mengakses satu atau lebih bentuk dukungan bisnis dalam 12 bulan terakhir melaporkan peningkatan pendapatan, dibandingkan 37% pada usaha yang tidak mendapatkan dukungan. Dukungan tersebut mencakup antara lain pendampingan, pelatihan finansial, digital marketing, hingga peer networking.

Temuan tersebut menunjukkan pentingnya akses terhadap ekosistem yang dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas sekaligus membuka kesempatan untuk berkembang. Hal ini juga sejalan dengan perjalanan program solopreneur Bank Saqu yang terus berkembang mengikuti kebutuhan para pelaku usaha.

Perjalanan tersebut dimulai melalui Bank Saqu Solopreneur Academy 2024, yang membuka ruang bagi solopreneur yang baru merintis untuk belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat fondasi bisnis. Memasuki 2025, program berkembang dengan mempertemukan lebih banyak solopreneur dari berbagai industri untuk memperluas pengetahuan sekaligus membangun jaringan.

Relationship Banking Director Bank Saqu, Hendrik Komandangi mengatakan dalam dua tahun terakhir pihaknya melihat perjalanan para solopreneur terus berkembang.

Baca Juga  Astra: Perlu Penambahan Infrastruktur Pengisian Daya untuk Pacu Kendaraan Listrik

“Seiring bisnis bertumbuh, kebutuhan mereka pun semakin luas. Selain pengetahuan dan pondasi bisnis yang kuat, mereka membutuhkan akses terhadap jaringan, peluang pasar, dan dukungan finansial yang sesuai dengan tahapan bisnisnya. Karena itu, melalui Solopreneur Society: The Founders Club, kami ingin memperluas dukungan tersebut agar para founder memiliki lebih banyak akses yang dapat membantu mereka membawa bisnis ke tahap berikutnya,” kata dia dalam keterangan resmi dikutip Senin, 7 September 2026.

Melalui Solopreneur Society: The Founders Club, Bank Saqu mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem bisnis, mulai dari sesama founder, pemilik brand, supplier, strategic partner, hingga ecosystem buyer. Dengan pendekatan tersebut, program tidak lagi hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang membuka akses lebih luas terhadap kebutuhan pertumbuhan bisnis.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank Saqu berkolaborasi dengan IDN untuk memperkuat ekosistem Solopreneur Society: The Founders Club.

“Kolaborasi ini menghadirkan ruang yang lebih luas bagi para founder untuk mendapatkan perspektif baru, memperluas jaringan, dan bertemu dengan berbagai pelaku dalam ekosistem bisnis,” katanya.

Co-Founder & COO of IDN, William Utomo mengatakan pihaknya melihat bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga ekosistem yang dapat membuka akses terhadap koneksi dan peluang yang relevan.

“Melalui kolaborasi dengan Bank Saqu, IDN ingin turut menghadirkan ruang bagi para founder untuk bertukar perspektif, memperluas jaringan, dan menemukan peluang kolaborasi yang dapat mendukung perkembangan bisnis mereka. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun ekosistem solopreneur yang semakin terhubung dan memberikan dampak nyata bagi para pelaku usaha,” katanya. []

Related Articles

Back to top button