BP Tapera Umumkan Penyaluran FLPP Pecah Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Nilainya Mencapai Rp28,72 Triliun

Sakawarta, Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatatkan sejarah dalam penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun 2025 ini.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyebutkan, per Kamis (27/11/2025), penyaluran FLPP telah mencapai 231.343 unit rumah dengan nilai mencapai Rp28,72 triliun.
“Angka ini merupakan yang tertinggi sejak program FLPP diluncurkan pada tahun 2010,” kata Heru Pudyo Nugroho dalam keterangan resmi dikutip Jumat (28/11/2025).
“Pencapaian ini menempatkan tahun 2025 sebagai tahun dengan realisasi FLPP terbesar sepanjang sejarah, melampaui rekor tertinggi sebelumnya pada 2023,” ucapnya menambahkan.
Heru menjelaskan, sejak tahun 2010 hingga 2025 penyaluran dana FLPP mengalami dinamika yang fluktuatif. Tercatat tahun 2010 penyaluran dana FLPP sebesar 7.959 unit, diikuti tahun 2011 sebanyak 109.592 unit, tahun 2012 sebanyak 64.785 unit.
Kemudian pada tahun 2013, FLPP disalurkan sebanyak 102.711 unit, dilanjutkan tahun berikutnya 2014 sebanyak 76.057 unit, kemudian menurun di tahun 2015 menjadi 58.469 unit dan turun lagi pada tahun berikutnya 2017 sebanyak 23.763 unit (terendah penyaluran).
Tahun 2018 penyaluran dana FLPP kembali meningkat menjadi 57.939 unit, dan terus meningkat menjadi 77.835 unit tahun 2019. Setahun kemudian penyaluran dana FLPP menjadi 109.253 unit. Tahun 2021 terus meningkat penyaluran dana FLPP menjadi 178.728 unit diikuti tahun berikutnya 226.000 unit dan tahun 2023 sebanyak 229.000 unit. Penyaluran dana FLPP kembali mengalami penurunan tahun 2024 sebesar 200.300 unit.

Heru menekankan, tren ini menunjukkan kembali menguatnya penyaluran pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), salah satunya karena percepatan kolaborasi lintas sektor pada tahun 2025.
Ia menambahkan, pencapaian rekor ini merupakan hasil kolaborasi besar yang melibatkan 39 bank penyalur, 22 asosiasi pengembang, 7.785 pengembang yang membangun 12.450 perumahan di 33 provinsi dan 399 kabupaten/kota.
“Kerja keras semua pihak membuat penyaluran dana FLPP sampai pada tahap ini. Terima kasih untuk semua pihak atas kontribusi nyatanya selama ini. Bank penyalur, asosiasi pengembang, pengembang-pengembang dan ekosistem perumahan yang tiada henti berjuang agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah pertamanya,” ujar Heru.
Heru menerangkan, kini berbagai profesi menikmati manfaat dari penyaluran dana FLPP di seluruh Indonesia.
“Sosialisasi yang masif dan gencar dilakukan BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di berbagai kota dan provinsi memperlihatkan hasil yang menggembirakan,” ungkap Komisioner Heru.
Tercatat, buruh sebagai penerima manfaatkan FLPP tertinggi hingga 42.609 unit, diikuti oleh profesi lainnya 12.999 unit, guru sebanyak 2.090, tenaga kesehatan sebanyak 1.448 unit, Polri sebanyak 894 unit, perawat 692 unit, petani 601 unit.
Selain itu, bidan juga masuk dalam kategori penerima hingga 206 unit, TNI AD sebanyak 197 unit, wartawan 73 unit, PNS 89 unit dan lainnya 149 unit.
“Penerima dana FLPP sebagian besar pihak swasta sebanyak 74,62%, diikuti oleh wirastasta sebesar 13,19%, PNS 7,33%, TNI sebanyak 1,95% dan lainnya sebanyak 2,91%,” ujar Komisioner Heru.
Melihat antusiasme dan manfaat yang dirasakan banyak pihak, Heru berharap ke depan lebih banyak masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini.
“Ayo segera manfaatkan peluang ini. Pastikan rumah pertama menjadi milikmu,” kata Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.







