Danantara Siap Bangun 18 Tower Rusun Subsidi di Meikarta dengan Dana Rp16 Triliun

Sakawarta, Jakarta – CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani menyatakan kesiapannya untuk mendukung pembiayaan pembangunan 18 tower rumah susun (rusun) subsidi dengan dana mencapai Rp16 triliun di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
“Nilai pembangunannya kan rencana dari 12,8 hektare ini, itu kita akan bangun totalnya menjadi 18 tower. Itu perhitungannya, kalau ini jadi dengan 32 lantai, kurang lebih itu range-nya antara Rp14–Rp16 triliun,” kata Rosan Roeslani usai groundbreaking rusun subsidi Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Rosan menerangkan, Danantara juga akan memberikan dukungan pembiayaan penuh terhadap proyek hunian tersebut. Sebab, dinilai memiliki potensi kebutuhan pasar yang besar hingga 140.000 unit.
“Dari segi pembiayaannya kita akan dukung secara penuh. Karena kalau kita lihat, ini proyek yang sangat baik, dan juga supply dan demand sangat banyak,” ujar Rosan.
Menurut Rosan, dalam pelaksanaan proyek tersebut, pihaknya juga membuka peluang kolaborasi dengan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) Karya serta kontraktor swasta.
“Tentunya di kami kan ada BUMN-BUMN karya yang kita bisa bekerja sama juga di dalam proyek ini, tentunya bersama-sama dengan kontraktor swasta lainnya. Kita akan berkolaborasi. Jadi itu peran Danantara dalam proyek ini,” jelasnya.
Sekadar informasi, rusun atau apartemen subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat groundbreaking pada 8 Maret 2026. Proyek ini diperkirakan menelan nilai investasi hingga Rp39 triliun di luar nilai tanah.
“Hari ini kita melakukan land clearing, Minggu (8/3/2026) kita pasang tiang-tiang fondasi, dan pada 17 Agustus 2026 kita bangun ke atas. Jadi kita punya roadmap yang jelas,” kata Menteri PKP Maruarar Sirait.
Apartemen subsidi Meikarta akan dibangun di tiga kawasan dengan luas masing-masing sekitar 10 hektare (ha). Pengembang Meikarta menawarkan tiga tipe unit, yakni satu kamar tidur untuk tipe 25 dan 27, dua kamar tidur (tipe 35 dan 37), dan tiga kamar tidur (tipe 45). Secara keseluruhan, proyek yang merupakan aset PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) ini akan menghasilkan total 141.000 unit apartemen subsidi atau setara 54 tower.







