
Sakawarta, Jakarta – Dulux memperkenalkan Colours of The Year 2026 dengan tema Rhythm of Blues dengan varian tiga warna cat, untuk menjawab kebutuhan ruangan yang mampu menghadirkan ketenangan.
”Sebuah pendekatan warna yang dirancang untuk membantu masyarakat menemukan ketenangan melalui ruang di sekitarnya,” kata Head of Marketing AkzoNobel Decorative Paints Indonesia Niluh Putu Ayu Setiawati saat konferensi pers di Senayan, Jakarta, pada Senin (26/1/2026).
Dalam konteks ini, lanjut Niluh Putu Ayu, rumah dan ruang publik dipandang bukan sekadar ruang fungsional, melainkan sebagai tempat pemulihan emosional dan keseimbangan hidup.
Niluh Putu Ayu menjelaskan, dengan mengusung tema kampanye #TemukanTenangmu, Rhythm of Blues lahir dari proses riset tahunan yang mengamati perubahan sosial, budaya, dan emosional manusia serta hubungannya dengan warna dan pengalaman ruang.
“Berbeda dari tren warna sebelumnya yang hanya memperkenalkan satu warna tunggal, tahun ini Rhythm of Blues menghadirkan tiga nuansa biru yang merepresentasikan ritme hidup yang beragam, karena kami percaya setiap orang memiliki ritmenya masing-masing,” kata Niluh Putu.
Pertama, jelas Niluh, Slow Swing menawarkan biru gelap yang menenangkan untuk membantu melambat dan memulihkan energi, cocok untuk ruang istirahat dan refleksi.
Sementara, Mellow Flow menghadirkan biru terang yang lembut untuk menciptakan rasa seimbang dan kebersamaan di ruang keluarga maupun area komunal.
Lalu, Free Groove menjadi nuansa biru yang lebih ekspresif dan energik, memberi ruang bagi kreativitas tanpa kehilangan rasa nyaman.
”Warna biru telah lama diasosiasikan dengan ketenangan, stabilitas, dan rasa aman,” ujarnya.

Menurut dia, berbagai kajian psikologi warna menunjukkan bahwa paparan warna biru kerap dikaitkan dengan respons emosional yang lebih tenang, serta pengalaman ruang yang terasa lebih nyaman dan seimbang.
”Pemahaman inilah yang menjadi dasar pemilihan spektrum biru dalam Rhythm of Blues, menjadikan warna bukan sekadar elemen estetika, tetapi bagian dari pengalaman ruang yang mendukung kesejahteraan emosional,” ujarnya.
Niluh Putu Ayu Setiawati menyampaikan, pemilihan warna dalam Rhythm of Blues berangkat dari pemahaman bahwa setiap individu memiliki ritme hidup dan kebutuhan emosional yang berbeda.
“Kami ingin mengajak setiap orang untuk melihat warna bukan hanya sebagai elemen visual, tetapi sebagai bagian dari pengalaman ruang yang dapat mendukung rasa aman, nyaman, dan seimbang dalam kehidupan sehari hari,” ucapnya.
Menurut dia, setiap individu memiliki cara berbeda dalam menemukan ketenangan. Lewat Rhythm of Blues, Dulux ingin menunjukkan bahwa ketenangan itu personal.
”Ada biru untuk setiap ritme hidup dan setiap ruang. Warna bukan hanya soal tampilan, tetapi tentang bagaimana ruang bisa mendukung kekuatan emosional penggunanya,” jelas Niluh Putu Ayu.
Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, Teguh Aryanto menilai seiring meningkatnya kebutuhan akan ruang yang berorientasi pada kesejahteraan, warna kini menjadi bagian integral dalam perancangan.
“Dalam praktik desain saat ini, kami tidak lagi hanya memikirkan bentuk dan fungsi, tetapi juga bagaimana ruang memengaruhi kondisi mental penggunanya. Warna biru membantu menurunkan intensitas visual dan menciptakan rasa stabil, sehingga ruang terasa lebih tenang tanpa menjadi dingin atau pasif,” ucapnya.
Founder & Board of Patrons Filoksenia Foundation Sylvia M. Siregar menekankan, ruang dan warna memiliki peran penting dalam mendukung kondisi emosional anak-anak dengan neurodiverse, terutama di tengah dunia modern yang semakin sarat rangsangan visual.
“Bagi anak-anak dengan neurodiverse, ruang dan warna bukan sekadar estetika. Lingkungan visual yang tepat dapat membantu menurunkan kecemasan, meredam overstimulasi, dan menciptakan rasa aman. Dalam pengalaman kami, warna biru sering menjadi penyeimbang emosional yang membuat anak lebih tenang dan fokus,” jelas Sylvia.
Feng Shui Expert, Jenie memandang rumah sebagai pusat keseimbangan energi di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan.
Menurutnya, dalam feng shui, rumah ideal adalah rumah yang membantu penghuninya menurunkan ritme setelah aktivitas yang padat.
“Warna biru memiliki karakter yang lembut dan menenangkan, sehingga mudah diterapkan di berbagai ruang. Dengan pilihan nuansa biru seperti Slow, Flow, dan Free dalam Rhythm of Blues, warna dapat disesuaikan dengan fungsi ruang dan kebutuhan energi penghuninya. Pendekatan ini membantu menciptakan rumah yang lebih seimbang, personal, dan nyaman untuk ditinggali,” ucapnya.
Niluh Putu Ayu menambahkan, melalui peluncuran Dulux Colours of The Year 2026: Rhythm of Blues™, Dulux mengajak masyarakat Indonesia untuk memandang warna sebagai bagian dari solusi hidup yang lebih seimbang.
“Karena pada akhirnya, ketenangan adalah hak setiap orang di setiap ruang,” Head of Marketing AkzoNobel Decorative Paints Indonesia Niluh Putu Ayu Setiawati.







