
Sakawarta, Jakarta – In-Lite LED memperluas lini bisnisnya melalui peluncuran dua seri terbaru untuk kategori switch dan socket, yakni Alura dan Linea Series, di tengah pasar lampu dan aksesoris listrik yang semakin kompetitif.
Commercial Director in-Lite LED, Fransiska Darmawan menjelaskan, perbedaan utama dua seri tersebut terletak pada pendekatan desain dan fleksibilitas pemasangannya, meski keduanya tetap membawa identitas kualitas khas in-Lite.
“Bedanya Alura sama Linea Series itu terutama keduanya paling dasarnya itu adalah baby skin coating,” ujar Fransiska saat diwawancarai di Jakarta, pada Kamis (5/2/2026).
Menurut Fransiska, khusus untuk Alura, ada keunggulan tambahan pada bagian inbow dus.
“Untuk yang Alura especially inbow dus-nya itu belakangnya itu compatible di British maupun di European, jadi dia lebih fleksibel,” ucapnya.
Fransiska mengungkapkan, meski keduanya berada dalam positioning yang sama sebagai produk “good value for money”, Alura dan Linea memiliki segmentasi yang berbeda.
In-Lite, kata dia, sejak awal menempatkan diri sebagai brand yang menawarkan kualitas nomor wahid, tetapi tetap menjaga harga agar bisa dijangkau pasar. Namun, untuk seri terbaru ini, Alura diposisikan dengan harga lebih tinggi dibanding Linea.
“Linea itu memang kita tunjukkan untuk mass market,” ujarnya.
Secara desain, Linea mengusung gaya timeless dan frameless sehingga bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tinggal maupun bangunan komersial.
Sementara, Alura hadir dengan tambahan frame yang menjadi elemen pembeda, sekaligus menyasar pengguna yang lebih mengutamakan estetika dengan desain lebih modern.
Ia juga menilai Alura lebih cocok digunakan pada segmen tertentu, seperti hotel, maupun hunian kelas menengah atas.
“Alura itu bisa dipakai juga untuk di hotel sama residential yang lebih middle high,” kata Fransiska.
Strategi Bertahan: Fokus Kualitas dan Inovasi, Bukan Banting Harga

Di tengah persaingan industri yang sering kali mengarah pada perang harga, Fransiska menegaskan in-Lite tidak memilih jalur tersebut.
Menurutnya, konsumen Indonesia saat ini tidak lagi semata-mata mengejar produk murah, tetapi mulai mempertimbangkan kualitas yang sepadan.
“Harga memang menjadi salah satu faktor yang sangat sensitif, tapi kita lihat juga sebenarnya untuk masyarakat Indonesia itu enggak melulu tentang harga, karena saat ini pasar itu sudah mengedepankan kualitas juga,” ujarnya.
Bagi in-Lite, harga yang “sesuai” bukan berarti selalu murah, melainkan harga yang rela dibayar konsumen untuk mendapatkan produk dengan kualitas terbaik.
“Good quality dengan harga yang sesuai. Murah atau mahal itu relatif,” katanya.
Maka itu, in-Lite memilih fokus pada segmen middle-up, bukan pasar low-end yang sangat price sensitive.
Selain menjaga kualitas, in-Lite juga menekankan pentingnya aspek keberlanjutan produk. Menurutnya, konsumen butuh rasa aman bahwa produk yang mereka gunakan akan tetap tersedia di pasaran ketika diperlukan kembali.
“Begitu orang pakai produk kita, orang punya peace of mind kalau misalnya mereka butuh lagi, itu akan ada tetap di pasaran,” ujarnya.
Dengan hadirnya Alura dan Linea sebagai lini bisnis baru, in-Lite menargetkan pertumbuhan yang lebih agresif pada tahun 2026.
Meski tidak membeberkan angka detail, Fransiska menyebut perusahaan membidik pertumbuhan dua digit.
“Kita menargetkan definitely double digit growth terutama dengan adanya new product line,” katanya.
Startegi untuk memperkuat penetrasi pasar, in-Lite juga memanfaatkan pameran seperti IndoBuildTech sebagai sarana bertemu langsung dengan stakeholders, karena bisa memberi pengalaman langsung kepada calon pengguna.
“Di event-event tersebut lah kita bisa ketemu dengan stakeholders kita dan mereka bisa experience produk-produk in-Lite secara langsung,” ujar Fransiska Darmawan.







