Sakawarta, Jakarta – Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro Iwan Takwin menyatakan pembangunan Stasiun KAI Commuter Line atau KRL di kawasan Jakarta International Stadium (JIS) akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat integrasi transportasi massal di Jakarta, khususnya di wilayah Jakarta Utara.
Menurut Iwan, kehadiran stasiun tersebut akan menjadi game changer dalam mendukung operasional stadion bertaraf internasional tersebut serta mempermudah mobilitas masyarakat menuju kawasan JIS.
“Stasiun KRL ini akan terletak tepat di sisi utara stadion, sehingga memudahkan penonton dari berbagai wilayah, terutama dari arah Jakarta Kota dan Tanjung Priok, untuk langsung mencapai lokasi tanpa perlu berganti moda transportasi,” ujar Iwan Takwin dalam keterangannya dikutip Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan stasiun tersebut merupakan hasil koordinasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, serta PT Kereta Api Indonesia (Persero), dengan dukungan Jakpro sebagai pengelola kawasan JIS.
Lebih dari sekadar infrastruktur transportasi, lanjut Iwan, pembangunan Stasiun KRL JIS juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta Utara.
“Integrasi tersebut dirancang untuk menghubungkan berbagai moda transportasi dengan ruang publik yang aktif dan dinamis,” ucapnya.
Dengan pendekatan itu, kawasan JIS diharapkan berkembang menjadi pusat kegiatan terintegrasi yang tidak hanya berfungsi sebagai stadion, tetapi juga sebagai multipurpose venue yang hidup sepanjang waktu.
“KRL mampu mengangkut ribuan penonton secara efisien. Ini sangat krusial, terutama untuk pertandingan dengan kapasitas hingga 82.000 penonton, agar arus keluar-masuk dapat lebih terdistribusi dengan baik,” lanjut Iwan.
Ia menambahkan, dengan kapasitas angkut yang besar, moda transportasi KRL diyakini mampu membantu mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini menjadi tantangan utama di kawasan sekitar stadion.
Selain itu, keberadaan stasiun baru ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum, sehingga secara signifikan dapat mengurangi kemacetan di Jalan RE Martadinata dan kawasan sekitarnya saat berlangsungnya acara besar seperti pertandingan sepak bola maupun konser musik.
Secara keseluruhan, penguatan akses transportasi publik menuju JIS juga dinilai penting dalam mendukung pemenuhan standar internasional stadion tersebut, termasuk persyaratan yang ditetapkan oleh FIFA, sekaligus meningkatkan peluang Jakarta menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga maupun hiburan berskala global.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembangunan Stasiun JIS ditargetkan rampung pada Mei 2026 dan mulai beroperasi pada Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta.
“Dengan demikian, ketika perayaan ulang tahun Jakarta berlangsung pada Juni dan kegiatan dipusatkan di JIS maupun Ancol, masyarakat dari berbagai wilayah akan semakin mudah untuk hadir,” ujar Pramono.
Ia juga menegaskan bahwa JIS merupakan simbol masa depan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya dan berkelanjutan. Lokasinya yang strategis, berdekatan dengan kawasan wisata Ancol serta pusat aktivitas ekonomi Pelabuhan Tanjung Priok, menjadikan stadion tersebut sebagai aset penting yang harus didukung oleh sistem transportasi yang terintegrasi.
“Saya meyakini masa depan Jakarta ada di kawasan ini. Karena itu, konektivitas terus diperkuat, termasuk melalui pembangunan JPO yang menghubungkan JIS dengan Ancol,” tambahnya.
Saat ini, kawasan JIS telah terhubung dengan sejumlah moda transportasi publik, termasuk Transjakarta dan jaringan KRL Commuter Line. Selain itu, tersedia pula Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) sepanjang 466 meter yang menghubungkan stadion dengan kawasan Ancol.
Infrastruktur tersebut sekaligus mendukung konsep green building yang diusung JIS sebagai stadion modern berkelanjutan.
Dengan terintegrasinya Stasiun KRL JIS sebagai bagian dari ekosistem transportasi publik serta pengembangan kawasan TOD, diharapkan mobilitas masyarakat menuju stadion akan semakin mudah dan efisien, sekaligus menghidupkan kawasan tersebut sebagai ruang publik yang inklusif dan dinamis.
“JIS adalah kebanggaan Jakarta—stadion bertaraf internasional yang tidak hanya menjadi pusat olahraga, tetapi juga ruang bersama bagi berbagai aktivitas masyarakat,” tutur Pramono Anung.
