Site icon sakawarta.com

Pramono Anung Perpanjang Rute LRT Jakarta 1B dari Stasiun Velodrome hingga Dukuh Atas, Bakal Ada 12 Stasiun

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat mengumumkan perpanjangan trek LRT Jakarta Fase 1B pada Rabu, 20 Mei 2026. Foto: Morteza Syariati Albanna.

Sakawarta, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan untuk memperpanjang jalur trek lintas (extension) LRT Jakarta Fase 1B sepanjang 2 kilometer dari Stasiun Manggarai sampai dengan Stasiun Dukuh Atas. Keputusan tersebut diumumkan setelah ia menggelar rapat bersama stakeholders terkait.

“Mendapatkan masukan, saran, pertimbangan, dan juga kemampuan fiskal pemerintah DKI Jakarta untuk LRT yang diputuskan adalah extension dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas. Untuk menuntaskan satu jalur mulai dari Velodrome sampai dengan Dukuh Atas,” kata Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, dikutip Kamis, 21 Mei 2026.

Semula, panjang lintasan LRT Jakarta dari Stasiun Pegangsaan Dua ke Stasiun Manggarai ialah 12,2 kilometer. Dengan penambahan trek hingga Stasiun Dukuh Atas, kini menjadi 14,2 kilometer.

Adapun LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai (6,4 km) yang saat ini sedang dibangun, menghadirkan 5 stasiun baru yaitu Stasiun Pemuda Rawamangun, Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai.

Sementara rute LRT Jakarta Fase 1 yang sudah beroperasi saat ini adalah dari Stasiun Pegangsaan Dua, Boulevard Utara Summarecon Mall, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome.

“Stasiunnya menjadi 12,” ucapnya.

Pramono mengungkapkan, proyek LRT Jakarta hingga Stasiun Dukuh Atas ini membutuhkan investasi besar.

Menurut Pramono, perpanjangan jalur diprioritaskan ke Dukuh Atas agar trase LRT Jakarta benar-benar terkoneksi hingga titik simpul transportasi umum di ibu kota.

“Ada penambahan investasi ataupun anggaran kurang lebih Rp2,7 triliun. Kenapa ini diputuskan dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas? Supaya betul-betul trase ini selesai sampai dengan tuntas,” tuturnya.

Mengenai rencana pengembangan LRT Jakarta ke arah utara menuju kawasan Jakarta International Stadium (JIS), Ancol, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, hingga Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) belum menjadi prioritas.

Pramono memastikan, Pemprov DKI akan terlebih dahulu menyelesaikan trase hingga Ancol sebelum melanjutkan kajian ke wilayah berikutnya.

“Sedangkan dari Velodrome, JIS, Ancol, kemudian nanti akan diteruskan sampai PIK 2 sampai dengan Soekarno-Hatta, rutenya dan trasenya diselesaikan kemudian. Sekarang baru selesai sampai dengan Ancol,” tutur dia.

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu juga meminta Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta yang baru, Budi Awaluddin untuk segera menyiapkan trase lanjutan dari Ancol menuju PIK 2 hingga Bandara Soetta.

Sebab, konektivitas antarmoda akan semakin kuat bila seluruh jalur terhubung dengan MRT lintas Balaraja-Cikarang di masa depan.

“Saya akan meminta Pak Budi, Kepala Dinas Perhubungan yang baru untuk segera menyelesaikan trase dari Ancol, PIK 2 sampai dengan Soekarno-Hatta. Maka kalau itu bisa dilakukan, semua loop dan juga utara-selatan maupun tengah yang nanti akan ada MRT dari Balaraja-Cikarang, itulah yang akan membuat konektivitas di Jakarta menjadi semakin baik,” kata Pramono Anung. []

Exit mobile version