Transportasi

Bos ‎Jakpro Ungkap Spesifikasi Trainset LRT Jakarta Fase 1B, Wajib Diketahui Produsen Bisnis Perkeretaapian

Sakawarta, ‎Jakarta – Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro Iwan Takwin menjawab teka-teki ihwal produsen trainset atau rangkaian kereta yang dapat beroperasi di Proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome – Manggarai.

‎Diketahui, pada LRT Jakarta Fase 1A Rute Pegangsaan Dua – Velodrome, Jakpro menggandeng perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) hingga mencakup ke sistem teknologinya.

‎Iwan menjelaskan, ada perbedaan karakteristik antara LRT Jakarta, anak usaha Jakpro yang merupakan BUMD DKI Jakarta, dengan LRT Jabodebek di bawah PT KAI, yang memakai trainset produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA.

‎”Kalau bicara transportasi berbasis rail ini, rolling stock-nya atau keretanya itu benar-benar sangat ditentukan oleh sistem seperti apa yang kita gunakan di dalam signaling dan juga sistem komunikasi. LRT Fase 1A dulu kita menggunakan sistem signaling yang Fixed Block. Kemudian komunikasinya juga sudah ada,” kata Iwan Takwin dalam media day di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Jumat (6/3/2026).

‎Iwan menerangkan, kereta LRT Jakarta 1A, punya karakteristik bisa berbelok di trek melengkung dan dalam radius lebih pendek.

‎Pembangunan proyek kereta modern ini pun diklaim tak banyak memakan lahan, amat menyesuaikan dengan desain tata kota di Jakarta yang Transit Oriented Development (TOD), sekaligus menjadi simpul integrasi antarmoda transportasi publik lainnya di ibu kota.

‎”Bedanya dengan LRT Jabodebek, Jakarta punya itu, tikungannya atau lengkungannya lebih kecil, lebih fleksibel. Kita radius 40 meter-60 meter itu kereta kita bisa melengkung seperti sekecil itu. Tidak butuh sampai 100 meter radius lingkarannya. Jadi, memang kita desain supaya benar-benar cocok di dalam kawasan Jakarta, tidak terlalu mengambil lahan-lahan private atau lahan publik lainnya,” ucap Iwan Takwin.

Baca Juga  PT JMTO Tingkatkan Inovasi Teknologi dan Layanan Operasional di Jalan Tol

‎LRT Jakarta 1B diestimasikan memiliki nilai investasi mencapai Rp5,5 triliun dan ditargetkan proyek ini rampung pada Agustus 2026 mendatang.

‎Iwan mengungkapkan, hal ihwal mengenai rangkaian kereta LRT Jakarta yang akan digunakan di Fase 1B Velodrome – Manggarai nanti, tentu harus menyesuaikan dengan jalur kereta, fondasi arsitektur, dan mesti mengikuti spesifikasi sistem persinyalan Fixed Block yang sudah ada.

‎”Sehingga bicara itu, kalau kita buka nanti, pada saat nanti proses pemilihan atau pengadaan rolling stock-nya, itu yang menjadi aturan-aturannya, menjadi spesifikasi-spesifikasi utamanya yang harus dipenuhi. Kami kemudian tidak bisa menentukan langsung harus menggunakan ini lagi,” katanya.

‎Kendati demikian, Iwan tidak menutup kemungkinan membuka peluang kerja sama LRT Jakarta dengan perusahaan produsen kereta api dalam negeri. Namun, hal yang harus digarisbawahi ialah harus memenuhi spesifikasi yang sudah ada sebelumnya, utamanya menyangkut sistem perteknologian kereta modern.

‎”Tetapi, mana pihak-pihak atau vendor-vendor kereta yang punya spesifikasi sama atau bisa beroperasi di jalur LRT Jakarta. Kenapa kami menetapkan itu? Karena itu tadi, pertimbangan-pertimbangan di Jakarta, lahannya yang sudah compact. Kita tidak bisa dengan mudahnya mengambil lahan private sehingga jaringannya pun atau bentuk desain rail-nya itu harus lebih optimal dan lebih efektif. Itu menjadi dasar dalam menentukan teknologi keretanya,” ucap Iwan Takwin.

‎Sebagai informasi, LRT Jakarta Fase 1B memiliki lintasan sepanjang 6,4 kilometer, meliputi lima stasiun yaitu Stasiun Pemuda Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai.

Related Articles

Back to top button