Kenali Semen Hijau Berkualitas Tinggi yang Diproduksi Semen Merah Putih
Semen Merah Putih secara berturut-turut menerima penghargaan "Continuing Progress in Climate Actions".

Sakawarta, Jakarta – Semen Merah Putih menjadi salah satu pelopor dalam industri konstruksi yang sadar akan pentingnya praktik keberlanjutan, dengan memproduksi semen slag dan hidrolis berkualitas tinggi yang ramah lingkungan.
Head of Technical Marketing PT Cemindo Gemilang Tbk. (CMNT) Syarif Hidayat mengatakan pihaknya berinovasi melahirkan semen hijau Non Ordinary Portland Cement (OPC) berkualitas tinggi, sesuai dengan kebutuhan di lapangan, tentu saja ini bisa memenuhi kebutuhan denyut pembangunan proyek strategis nasional (PSN).
“Sebagai contoh semen Non-OPC Hidrolis yang kami tawarkan adalah Semen Merah Putih PrimaPlus,” kata Syarif melalui keterangan resmi dikutip di Jakarta, Rabu (23/10/2024).
Syarif menanggapi “Workshop Pembahasan Optimalisasi Penggunaan Semen Ramah Lingkungan” pada tanggal 17 Oktober 2024 lalu yang diadakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Ia melanjutkan, semen hidrolis yang sudah menggunakan GGBFS (Ground Granulated Blast Furnace Slag) untuk mengoptimalkan faktor klinkernya, cocok untuk aplikasi yang memerlukan ketahanan serangan sulfat sedang.
Sementara, produk Semen Merah Putih Ecopro ialah jenis semen slag yang lebih tahan sulfat dan memiliki panas hidrasi rendah. Produk ini termasuk semen hijau yang dilahirkan oleh CMNT.
Syarif menuturkan, pada proses produksi semen slag dan semen hidrolis, CMNT memastikan praktik produksi yang ramah lingkungan melalui empat inisiatif yaitu efisiensi energi, menurunkan tingkat rasio klinker pada semen, implementasi teknologi terkini, dan penggunaan bahan bakar serta bahan baku alternatif.
“Semen Merah Putih menjadi produsen yang ikut mempelopori penggunaan teknologi Waste Heat Recovery System pada produksi klinker dan implementasi EV (Kendaraan Listrik) di proses produksi,” katanya.
Langkah penggunaan EV diproyeksikan akan mengurangi emisi CO₂ dari operasi logistik hingga lebih dari 10% pada tahun 2024.
“Inisiatif kami di Pabrik Semen Bayah telah berhasil mengurangi emisi CO₂ spesifik bersih sebesar 5% per ton semen pada tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2022,” katanya.

Selain memanfaatkan EV, Syarif juga mengungkap ihwal pabrik Perseroan di Bayah, Banten, telah berhasil mengimplementasikan beberapa capaian di antaranya inisiatif pengurangan CO₂ dari Semen Merah Putih berhasil mengurangi emisi CO₂ spesifik bersih sebesar 5% per ton semen pada tahun 2023 dibandingkan tahun 2022.
Kemudian, pada proses produksi di Bayah, CMNT juga sudah mengedepankan penggunaan bahan bakar alternatif, seperti biomassa.
“Peningkatan Thermal Substitution Rate (TSR) hingga 5% pada 2024 diperkirakan akan mengurangi emisi CO₂ sebesar 70.000 ton per tahun,” ucapnya.
Selanjutnya, penggunaan Waste Heat Recovery System (WHRS) di pabrik Bayah berhasil mengurangi konsumsi energi hingga 19% pada tahun 2023 lalu.
“Semen Merah Putih adalah salah satu produsen semen nasional dengan kapasitas produksi sekitar 10,1 juta ton semen, mengoperasikan satu integrated plant (produksi klinker) dan tujuh grinding plant, serta distribusi produk di pulau Sumatra, Jawa dan Kalimantan,” kata Syarif.
Atas kesadaran tersebut Semen Merah Putih secara berturut-turut menerima penghargaan “Continuing Progress in Climate Actions” pada Konferensi Tahunan World Annual Conference (WCA) tahun 2023 dan 2024, atas kontribusi signifikan dalam pengurangan emisi karbon dan praktik berkelanjutan.