Keunggulan Teknologi Ferrari 12Cilindri dengan Performa Brutal
Untuk pertama kalinya, Ferrari menyematkan perangkat lunak Aspirated Torque Shaping (ATS) yang mampu menyesuaikan kurva torsi berdasarkan gigi transmisi.

Sakawarta, Jakarta – Ferrari 12Cilindri telah menyapa pasar Indonesia sejak awal 2025 sebagai berlinetta bermesin depan terbaru dari Maranello. Mobil ini mengusung konfigurasi V12 naturally aspirated yang tidak hanya mempertahankan warisan mekanikal Ferrari, tetapi juga memperkenalkan berbagai inovasi performa dan teknologi terkini.
Jantung pacu Ferrari 12Cilindri adalah unit F140HD V12 berkonfigurasi 65 derajat dengan sistem pelumasan dry sump. Kapasitasnya 6,5 liter dan rasio kompresi tinggi 13,5:1. Tanpa bantuan turbo, mesin ini menghasilkan suara khas V12 yang murni dan agresif.
Tenaga maksimal mencapai 830 hp pada 9.250 rpm, dengan torsi puncak 678 Nm di 7.250 rpm. Putaran mesin bisa menyentuh 9.500 rpm, menjadikannya salah satu mesin atmosferik tertinggi di dunia. Komponen internal dirancang ringan namun kuat: connecting rod berbahan titanium 40% lebih ringan dari baja, piston aluminium generasi baru, dan crankshaft yang bobotnya dipangkas 3%.
Sistem katup menggunakan sliding finger follower berlapis Diamond-Like-Carbon (DLC) untuk mengurangi gesekan, sementara intake manifold dengan geometri variabel memastikan torsi optimal di seluruh rentang rpm.
Untuk pertama kalinya, Ferrari menyematkan perangkat lunak Aspirated Torque Shaping (ATS) yang mampu menyesuaikan kurva torsi berdasarkan gigi transmisi. Di gigi 3 dan 4, torsi dibuat lebih penuh tanpa mengorbankan akselerasi. Hasilnya, akselerasi 0–100 km/jam hanya 2,9 detik, dan 0–200 km/jam kurang dari 7,9 detik. Kecepatan maksimum tembus 340 km/jam.
Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui transmisi 8-speed F1 DCT. Rasio gigi rendah dipendekkan 5%, menghasilkan peningkatan torsi roda sebesar 12% dibanding generasi sebelumnya. Perpindahan gigi kini 30% lebih cepat, sementara gigi 8 dirancang untuk efisiensi di jalan raya.
Sistem knalpot menggunakan catalytic converter keramik, manifold 6-in-1, dan resonator intake baru. Selain menghasilkan suara V12 yang penuh dan khas, sistem ini juga memenuhi standar emisi EU6E, China 6b, dan Bin 50.
Ferrari 12Cilindri dilengkapi dengan brake-by-wire, ABS Evo, sensor 6D, Virtual Short Wheelbase (PCV) 3.0, dan Side Slip Control (SSC) 8.0. Sistem ini memungkinkan komunikasi antar modul dengan estimasi grip 10% lebih cepat dari generasi sebelumnya. Teknologi Four-Wheel Steering (4WS) juga disematkan untuk meningkatkan stabilitas dan kelincahan.
Desain aerodinamika menggabungkan elemen pasif dan aktif. Flap belakang memiliki dua mode: Low Drag (LD) untuk efisiensi dan High Downforce (HD) untuk stabilitas. Vortex generator di bawah bodi meningkatkan downforce dan membantu pendinginan rem.
Kap mesin dilengkapi ventilasi ganda, sementara tujuh bukaan di bumper depan mengalirkan udara ke radiator, kondensor AC, dan oil cooler yang terintegrasi dengan intake samping.
Pelek 21 inci dibalut ban Michelin Pilot Sport S5 atau Goodyear Eagle F1 Supersport, dengan ukuran 275/35 di depan dan 315/35 di belakang. Sistem pengereman menggunakan cakram karbon-keramik berdiameter 398 mm di depan dan 360 mm di belakang. Saluran pendingin besar mengalirkan udara langsung ke kaliper untuk menjaga suhu optimal.
Interior dirancang dengan arsitektur kokpit ganda yang simetris. Dasbor horizontal menampung tiga layar digital: panel instrumen 15,6 inci, layar penumpang 8,8 inci, dan layar sentuh tengah 10,25 inci yang mendukung Apple CarPlay dan Android Auto.
Sistem audio opsional Burmester 1.600 watt dengan 15 speaker menghadirkan suara surround 360 derajat. Material kabin menggunakan kulit premium, serat karbon, dan Alcantara berbasis daur ulang hingga 65%, menciptakan nuansa mewah yang tetap berkelanjutan.