Ekonomi

Kisah Putri Wulandari, Dari Modal Rp300.000 Hingga Jadi Sosok Penggerak Mitra Bukalapak

Sakawarta, Jakarta – Bagi Putri Wulandari, seorang Juragan Mitra Bukalapak asal Bandung Barat, masa depan bukanlah sesuatu yang ditunggu, melainkan sesuatu yang harus dibangun dengan tangan sendiri. Berawal dari keinginan sederhana untuk tetap bisa mengasuh buah hati tanpa kehilangan penghasilan, Putri kini berhasil membuktikan bahwa warung kecil pun bisa menjadi pilar masa depan keluarga.

Keberanian Memulai dari Titik Terkecil

Perjalanan Putri dimulai pada tahun 2018. Setelah memutuskan berhenti dari pekerjaannya demi sang anak, ia memberanikan diri membuka warung sembako dengan modal yang sangat terbatas, hanya Rp300.000.

“Saat itu, anak tidak mau ditinggal kerja. Jadi, saya pilih resign supaya bisa fokus mengurus anak,” kata Putri dikutip dari siaran pers Senin (23/2/2026).

Dengan modal seadanya, ia mengisi warungnya dengan kopi, beras, dan mie instan untuk melayani tetangga sekitar.

Sadar usahanya perlu akselerasi, Putri mengambil langkah strategis dengan bergabung menjadi Juragan Mitra Bukalapak. Meski di awal ia sempat terkendala modal saldo yang minim dan keterbatasan pengetahuan teknologi, kegigihannya memanfaatkan ruang belajar di Mitra Bukalapak membuahkan hasil. Ia belajar cara bertransaksi digital yang aman hingga strategi promosi yang efektif.

Hasilnya luar biasa. Dari keuntungan yang awalnya hanya cukup untuk makan sehari-hari, kini Putri mampu meraup laba Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan. Pendapatan ini telah bertransformasi menjadi biaya sekolah untuk kedua anaknya, bantuan bagi orang tua, hingga pembelian kendaraan bermotor.

Baca Juga  Shortfall Pajak dan Rencana Pembentukan Badan Penerimaan Negara

Semangat Berbagi Melalui Program KOLAK

Keberhasilan Putri tidak hanya dirasakan oleh keluarganya sendiri. Semangat positif dan keaktifannya sebagai Juragan membawa Putri terpilih menjadi salah satu sosok penggerak dalam program KOLAK (Kompak Bareng Mitra Bukalapak) pada tahun 2025 lalu.

Melalui dukungan penuh Mitra Bukalapak, Putri menyalurkan rasa syukurnya dengan membagikan takjil gratis kepada pelanggan dan warga sekitar.

“Bagi saya, momen itu bukan sekadar berbagi makanan, melainkan wujud rasa syukur dan upaya mempererat kebersamaan di bulan suci,” ungkapnya.

Jejak kebaikan yang ditorehkan Putri kini menjadi inspirasi bagi kelanjutan program tersebut. Di tahun 2026 ini, program KOLAK kembali hadir dengan skala yang lebih besar.

Mitra Bukalapak menargetkan pembagian ribuan paket takjil yang akan disalurkan melalui tangan-tangan terampil para Mitra di seluruh penjuru Indonesia. Semangat yang dibawa tetap sama: menghadirkan senyum dan berkah bagi sesama, persis seperti yang telah dicontohkan oleh Putri.

Menabung Harapan, Menjemput Masa Depan

Kini, fokus utama Putri adalah memastikan kedua anaknya bisa mengenyam pendidikan hingga jenjang sarjana. Berkat pengelolaan keuangan yang baik sejak bergabung dengan Mitra Bukalapak, menabung bukan lagi sekadar impian.

“Sebagian penghasilan ditabung untuk sekolah anak-anak. Sejak menjadi Juragan, saya dapat mulai menabung. Ini tentu awal yang baik untuk saya menata dan menatap masa depan,” ujar Putri.

Bagi Putri, tantangan akan selalu ada, namun kunci untuk menghadapinya adalah kombinasi antara usaha dan doa.

“Harus optimis, percaya diri, selalu berdoa, dan jangan putus asa,” tuturnya. Sebuah pesan sederhana bagi siapa saja yang tengah berjuang membangun mimpi dari sebuah warung sederhana.

Related Articles

Back to top button