Sakawarta, Jakarta – Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho menjelaskan bahwa program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan skema dukungan pembiayaan dari pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah pertama dengan suku bunga tetap dan terjangkau sepanjang tenor kredit.
Hal itu ia katakan saat menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi Program KPR FLPP yang diselenggarakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan tema Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat.
”Program FLPP ini memberikan kemudahan akses pembiayaan melalui KPR subsidi dengan uang muka ringan serta angsuran yang stabil sehingga masyarakat dapat memiliki hunian layak dan terjangkau,” kata Heru dalam keterangannya dikutip Minggu (15/2/2026).
Staf Khusus Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Budi Permana menjelaskan, Kredit Program Perumahan (KPP) ini ditujukan bagi pelaku usaha terkait seperti pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, serta pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menjadi bagian dari rantai pasok pembangunan rumah.
”Melalui KPP, pemerintah mendorong percepatan pembangunan perumahan sekaligus memperkuat permodalan pelaku usaha sektor perumahan agar lebih produktif, meningkatkan kapasitas usaha, serta menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh masyarakat Kabupaten Sumedang dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari wiraswasta, pengusaha toko bangunan, pengembang, kontraktor, hingga pelaku UMKM.
Selain mendapatkan pemahaman terkait KPR FLPP bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR, para peserta juga memperoleh penjelasan komprehensif mengenai KPP sebagai akses pembiayaan modal kerja dan investasi bagi pelaku usaha sektor perumahan sehingga ekosistem pembangunan rumah dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Sebagai wujud komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung pertumbuhan perekonomian nasional, pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada pengusaha kecil dan menengah, salah satunya melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dijalankan oleh Permodalan Nasional Madani (PNM).
Adapun Program Mekaar merupakan layanan pembiayaan modal tanpa agunan yang diperuntukkan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro, disertai pendampingan usaha untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan keluarga.
Heru Pudyo Nugroho menambahkan, melalui kolaborasi ini pemerintah menghadirkan ekosistem pembiayaan yang terintegrasi, mulai dari akses kepemilikan rumah melalui KPR FLPP BP Tapera, penguatan sektor usaha perumahan melalui Program KPP, hingga peningkatan kesejahteraan keluarga melalui program Mekaar PNM.
”Dengan sinergi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta institusi keuangan dan pembiayaan, kesejahteraan masyarakat diyakini dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ucap Heru.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara mengaku sangat senang dengan penyelenggaraan kegiatan di Sumedang ini.
Ia menyampaikan bahwa dalam kegiatan sosialisasi kali ini, BRI berhasil memecahkan rekor transaksi realisasi Kredit Program Perumahan untuk UMKM sektor perumahan sebesar Rp100 miliar.
”Capaian tersebut melampaui rekor sebelumnya yang dibukukan oleh Bank BJB sebesar Rp70 miliar pada Januari lalu,” ujar dia.
Ara juga menyampaikan kebahagiaannya karena pada hari yang sama Presiden Prabowo telah menurunkan bunga pinjaman bagi 12,6 juta nasabah program Mekaar PNM yang mayoritas merupakan kaum ibu.
Ia menerangkan, kebijakan tersebut diharapkan semakin meringankan beban pelaku usaha ultra mikro serta memperkuat daya tahan ekonomi keluarga Indonesia.
”Melalui program KPR FLPP, KPP, serta penguatan UMKM melalui Mekaar PNM, kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah konkret dalam mendorong kepemilikan rumah yang layak sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara menyeluruh,” katanya.
Sebagai informasi, kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Graha Asia, Sumedang, Jawa Barat ini merupakan sinergi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, BRI, Permodalan Nasional Madani (PNM), serta PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).
