Sakawarta.com, Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan kunjungan lapangan guna meninjau kesiapan lokasi pembangunan rumah susun (Rusun) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Bandung, Jawa Barat.
Adanya pembangunan Rusun di kawasan perkotaan yang padat penduduk dan perumahan dinilai menjadi solusi tepat terkait penyediaan hunian layak bagi masyarakat sekaligus mendukung Program 3 Juta Rumah.
”Hari ini saya bersama Rektor Unpad meninjau lokasi pembangunan Rusun untuk dosen, mahasiswa dan karyawan serta masyarakat di sekitar kampus Unpad. Kami menilai pembangunan Rusun merupakan solusi tepat untuk penyediaan hunian bagi masyarakat di kawasan perkotaan,” ujar Menteri PKP Maruarar Sirait di Kampus Unpad, Kota Bandung, dikutip Minggu (13/7/2025).
Menteri PKP hadir bersama Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Arief S. Kartasasmita, dr., Sp.M (K), M.Kes., Ph.D. beserta jajaran serta Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati dan Kepala Balai P3KP Jawa II Mulya Permana melihat secara langsung kondisi lokasi yang akan dijadikan lokasi pembangunan Rusun.
Lokasi lahan yang ditinjau berada di kawasan padat penduduk tepatnya di sekitar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (Unpad) di Sekeloa Unpad Dipatiukur Jl. Dipati Ukur No.35, Lebakgede, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat.
Pada kesempatan itu, Menteri PKP juga meminta agar Rektor Unpad bisa segera mengajukan proposal pembangunan serta memenuhi persyaratan pembangunan Rusun ke Kementerian PKP, mengingat lahan yang ada merupakan milik
Kemendikbudristek.
Selain itu, di atas lahan tersebut juga ada bangunan bekas asrama mahasiswa yang kondisinya sudah kosong dan tidak ditempati lagi.
Menteri Ara menerangkan, pihaknya akan melakukan pendampingan dengan menugaskan Dirjen Perumahan Perkotaan untuk memberikan informasi yang tepat mengenai tata cara pengajuan proposal. Selain itu, mengemukakan bagaimana konsep desain yang baik mengingat lokasi pembangunan sangat padat akan perumahan dan permukiman penduduk.
”Saat ini kami belum bisa mengemukakan terkait desain Rusun karena masih menunggu proposal dari Unpad. Saya harap nantinya desain Rusun yang akan dibangun mengusung konsep Green building dengan desain dan saya minta agar dalam pembangunan Rusun dapat menjaga kelestarian lingkungan misalnya pohon-pohon berukuran besar yang berusia puluhan tahun tetap dijaga dan tidak boleh ditebang dan penghijauan tetap terjaga,” ucapnya.
Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Arief S. Kartasasmita, dr., Sp.M (K), M.Kes., Ph.D mengaku sangat senang dengan dukungan dari Kementerian PKP untuk membangun Rusun sebagai asrama bagi mahasiswa, dosen serta masyarakat di sekitar Unpad.
Pihaknya juga akan segera membentuk tim khusus dan mengirimkan proposal pembangunan Rusun secepatnya ke Kementerian PKP dan berkoordinasi dengan Kemendikbristek untuk pemanfaatan lahan yang ada.
”Kami menyediakan lahan seluas 4.000 meter persegi dengan ukuran lahan 135 meter x 40 meter. Kami akan memanfaatkan lahan yang ada di dalam Unpad dan nantinya Rusun yang dibangun akan dimanfaatkan sebagai tempat tinggal mahasiswa, dosen, karyawan serta masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Maruarar Sirait Tinjau Kesiapan Lokasi Pembangunan Rusun Unpad Bandung

Foto: dok. Kementerian PKP.