Site icon sakawarta.com

Pemerintah Siapkan Pembangunan Rusun Subsidi di Depok dan Jakarta, Susul Meikarta

Sakawarta, Jakarta – Pemerintah menyiapkan pembangunan rumah susun (rusun) bersubsidi di sejumlah lokasi baru setelah proyek serupa direncanakan di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Lokasi baru antara lain disiapkan di Kota Depok (Jawa Barat) dan Matraman (Jakarta Timur).

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan dan Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo menyatakan, pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) telah mengidentifikasi lahan seluas 45 hectare di Depok yang berpotensi dikembangkan menjadi hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Tadi kita sudah dengar di Depok bakal alokasi 45 ha, saya dengar tadi 170 ribu unit apartemen nanti di Kota Depok,” kata Hashim pada acara groundbreaking rusun subsidi Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, dikutip Sabtu (14/3/2026).

Hadir dalam acara itu antara lain Founder Lippo Group Mochtar Riady, Founder dan Ketua Yayasan Pelita Harapan James Riady, CEO/Chairman Lippo Group John Riady, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie. Hadir pula Sekda Jawa Barat Herman Suryatman yang mewakili Gubernur Jawa Barat, Plt Bupati Bekasi, Wali Kota Depok, serta jajaran pimpinan Lippo Group.

Selain di Kota Depok, menurut Hashim, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) memperoleh alokasi lahan di kawasan Berlan, Matraman, Jakarta Timur.

“Saya sudah dengar juga Kementerian Pertahanan alokasi 41 hektare di Jakarta. Di daerah Berlan (Matraman, Jakarta Timur),” ujar dia.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan pembangunan hunian vertikal bagi MBR di lahan seluas 45 hektare di Kota Depok yang merupakan milik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Menteri yang akrab disapa Ara itu menjelaskan, Kementerian PKP telah melakukan survei selama sekitar satu bulan bersama Kementerian Komdigi untuk memastikan kesiapan lahan tersebut.

“Kemudian saya lapor kepada Pak Hashim langsung. Saya sudah survei, tim saya sudah bekerja sebulan ini dengan Komdigi untuk memastikan anak buahnya Pak Prabowo, Meutya Hafid, sudah menghubungi saya bulan lalu dan sudah kita cek,” ucap Ara.

Ara menambahkan, kapasitas pembangunan di lahan seluas 45 hektare itu sangat besar. Sebagai perbandingan, pembangunan hunian vertikal di kawasan Meikarta seluas 30 hektare diproyeksikan mampu menyediakan sekitar 140 ribu unit.

“Kalau di sini (Meikarta) 30 hektare sudah 140 ribu unit. Untuk satu lokasi seluas 45 ha sudah bisa atasi backlog di Kota Depok sebanyak 170 ribu unit. Izinnya harus cepat, kita mau groundbreaking Juni. Pada Juni (2026), kita akan groundbreaking di Depok,” ujar Ara.

Adapun rencana proyek rusun subsidi Kota Depok memiliki luas lahan sekitar 45,06 ha, dengan perincian lahan yang dimikili Komdigi sudah terpakai sekitar 5,38 ha dari total 30,086 ha dan lahan milik RRI telah terpakai 5,35 ha dari total 14,97 ha.

Kawasan ini berbatasan dengan Sungai Ciliwung di bagian barat, Bella Casa Residence (utara), dan Grand Depok City (selatan-timur).

Rusun MBR ini juga dekat dengan transportasi umum, seperti Stasiun Depok Lama yang bisa ditempuh sekitar 8 menit menggunakan sepeda motor atau mobil, Terminal Depok Margonda (12 menit), dan pintu Tol Margonda (13 menit).

Exit mobile version