Bisnis

Pendapatan Solusi Bangun Indonesia Rp10,7 Triliun, Laba Tercatat Rp659 Miliar pada 2025

Sakawarta, Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) atau SBI mencatat volume penjualan semen dan terak sebesar 12,1 juta ton dan pendapatan usaha sepanjang 2025 sebesar Rp10,7 triliun atau hingga semester IV tahun lalu.

Adapun beban pokok pendapatan Solusi Bangun Indonesia tercatat mencapai Rp8,32 triliun, dengan EBITDA Rp1,87 triliun, dan laba periode berjalan tahun 2025 tembus Rp659 miliar.

Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali menyampaikan, tahun 2025 menjadi momentum transformasi Perseroan dalam sinergi bersama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, selaku induk usaha untuk memperkuat resilensi di tengah tekanan industri.

Rizki Kresno menjelaskan, sebagai bagian dari SIG, Solusi Bangun Indonesia melaksanakan strategi transformasi yang berfokus pada optimalisasi operational excellence, peningkatan pengelolaan pemasaran dan penjualan, serta program efisiensi biaya di berbagai lini untuk menjaga fundamental dan profitabilitas di tengah tekanan industri.

‎“Pada aspek operational excellence, kami meningkatkan efisiensi produksi, optimalisasi energi dan bahan bakar alternatif. Sedangkan pengelolaan pemasaran dan penjualan difokuskan pada penguatan merek dan saluran distribusi terutama di area-area dengan margin tinggi,” kata Rizki Kresno dalam keterangannya dikutip Selasa (31/3/2026).

‎Ia melanjutkan, strategi tersebut diperkuat dengan program efisiensi biaya untuk pengendalian biaya yang terukur dan penurunan beban keuangan.

Menurut dia, program efisiensi yang dijalankan secara disiplin berkontribusi dalam menurunkan beban keuangan sebesar 34,8%, dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga  Dulux Hadirkan Rhythm of Blues, Tiga Cat Bernuansa Biru yang Merepresentasikan Ritme Hidup Tenang

Dengan demikian, penguatan struktur permodalan dan percepatan pembayaran pinjaman, membuktikan ketahanan Perseroan dalam menjaga kesehatan neraca dan likuiditas Perseroan.

Rizki Kresno Edhie Hambali menerangkan, dalam sinergi bersama SIG, Solusi Bangun Indonesia optimistis dapat terus menjaga momentum pertumbuhan melalui sejumlah inisiatif strategis dan inovasi.

‎Ia mengungkapkan, salah satu langkah strategis tersebut yaitu pada proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur yang merupakan bagian dari kerja sama strategis Perseroan dengan Taiheiyo Cement Corporation.

”Fasilitas dengan kapasitas ekspor 500 ribu hingga 1 juta ton semen ini ditargetkan untuk mulai operasional pada pertengahan tahun 2026,” tutur Rizki Kresno.

Selain ekspor, kata dia, kerja sama strategis dengan Taiheiyo juga dilakukan untuk mengembangkan lini bisnis soil stabilization (stabilisasi tanah), untuk menjawab tantangan di industri konstruksi, sekaligus menciptakan pasar baru guna membuka peluang pertumbuhan.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI), sepanjang tahun 2025, volume produksi semen nasional tercatat turun sekitar 4,5% dari 67,8 juta ton menjadi 64,7 juta ton. Sejalan dengan itu, penjualan semen domestik juga menurun sekitar 1,5%.

Perlambatan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat, curah hujan tinggi yang menunda aktivitas konstruksi, serta perlambatan sejumlah proyek infrastruktur. Sementara itu, industri semen nasional juga masih menghadapi tantangan kelebihan kapasitas produksi, sehingga memperketat persaingan di pasar domestik.



Related Articles

Back to top button