Sakawarta, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah mengkaji rencana perpanjangan rute LRT Jabodebek hingga ke Bogor, Jawa Barat. Saat ini, persiapan uji kelayakan (feasibility study) sedang disusun untuk segera dilaksanakan.
Executive Vice President LRT Jabodebek Mochamad Purnomosidi mengatakan, wacana perpanjangan jalur ini merupakan rencana lama yang kini kembali dibahas bersama sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bappenas, hingga kontraktor pelaksana.
“Kita sekarang sedang menyusun feasibility study dan berdiskusi dengan beberapa stakeholder, seperti Adhi Karya, Kementerian Perhubungan, Kementerian Bidang Perekonomian, dan Bappenas. Proses diskusi-diskusi tersebut sedang berjalan,” ujar Purnomosidi, belum lama ini.
Ia mengatakan, KAI tengah merancang skema yang tepat terkait kemungkinan perpanjangan jalur tersebut, termasuk opsi pengoperasian secara driverless atau tanpa masinis. Selain itu, pembahasan mengenai pendanaan juga sedang dilakukan, dengan mempertimbangkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) bersama pihak swasta.
“Sedang kita exercise untuk mengejar ke arah KPBU tersebut. Tentunya kita harus menyiapkan feasibility study yang matang. Sebab, semua calon investor pasti mengharapkan studi kelayakan yang jelas, apakah proyek ini menguntungkan atau tidak,” jelasnya.
Purnomosidi menargetkan studi kelayakan dapat rampung pada akhir tahun 2025 sehingga hasilnya bisa segera ditawarkan kepada calon investor.
“Harapannya akhir tahun ini selesai, sehingga feasibility study bisa kita tawarkan ke investor,” ucapnya.