Pramono Anung: TransJakarta, MRT dan LRT Layani 332 Juta Penumpang pada QIII-2025, Naik 11%

Sakawarta, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan jumlah penumpang PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), PT MRT Jakarta, dan PT LRT Jakarta meningkat signifikan pada kuartal atau Q-III tahun 2025 ini dengan total melayani 332 juta penumpang.
Pada Q-III tahun 2024 kemarin, ketiga BUMD yang bergerak di sektor transportasi publik tersebut hanya melayani 229.220.223 juta pengguna.
“TJ, MRT, LRT sampai dengan Triwulan III Tahun 2025 sebanyak 332 juta penumpang, meningkat signifikan sebesar 11% dibanding TW III Tahun 2024,” kata Pramono Anung saat konferensi pers di Balai Kota Jakarta pada Jumat (21/11/2025).
Adapun pengguna Transjakarta hingga Q-III 2025 tercatat sejumlah 297.947.566 juta penumpang, MRT melayani 33.390.687 juta penumpang, dan LRT menyedot 966.587 penumpang.
Pramono menargetkan, sampai akhir Tahun 2025 ini diproyeksikan jumlah penumpang TransJakarta, MRT, dan LRT mencapai 454 juta penumpang.
Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan perluasan layanan Trnsjakarta dengan membuka enam rute baru yakni Blok M–Alam Sutra, Vida Bekasi-Cawang, Blok M–Bogor, Blok M-PIK2, Lebak Bulus–Sawangan, dan Dukuh Atas-Bekasi, yang melayani 2,5 juta perjalanan per 5 Oktober 2025.
Di sisi bersamaan, pihaknya telah mewajibkan ASN Pemprov DKI untuk naik transportasi umum setiap hari Rabu. Pihaknya telah melakukan penambahan 327 armada bus, di mana ada penambahan operasional armada bus sekolah dan armada Transjakarta pada titik kemacetan.
Adapun 15 golongan yang berhak mendapatkan layanan gratis Transjakarta, MRT, dan LRT di antaranya penyandang disabilitas, lansia, penerima KKS/Raskin,
penghuni rusunawa, pemilik KJP, guru dan staf PAUD, jumantik, pengurus rumah ibadah, anggota PKK, karyawan bergaji UMP via Bank DKI, warga Kepulauan Seribu, veteran, tenaga kontrak Pemprov, PNS dan pensiunannya, serta anggota TNI/Polri.
“Layanan gratis untuk 15 golongan, sampai dengan Triwulan III 2025 sebanyak 17.647.019 penumpang,” kata Pramono.
Pemprov DKI Jakarta juga melakukan pemberian tarif khusus untuk mendorong masyarakat menggunakan layanan transportasi massal di Jakarta, seperti pada momen Hari Perhubungan Nasional (17/9/2025) dan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional (19/9/2025).
“Sistem transportasi umum di Jakarta telah dinobatkan menjadi yang terbaik kedua di Asia Tenggara dan menempati peringkat ke-17 dunia versi TimeOut,” kata Pramono Anung.







