Schneider Electric Raih Beragam Pengakuan ESG Global 2025, Tegaskan Kepemimpinan Keberlanjutan

Sakawarta, Jakarta — President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Martin Setiawan menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong aspek keberlanjutan setelah Schneider Electric kembali meraih berbagai pengakuan internasional atas kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sepanjang 2025.
”Schneider Electric mencatatkan capaian menonjol dalam berbagai pemeringkatan ESG global,” kata Martin Setiawan dikutip Jumat (20/2/2026).
Martin menerangkan, dalam penilaian World Benchmarking Alliance (WBA), perusahaan menempati peringkat pertama dalam Social Benchmark dan peringkat ketiga dalam Gender Benchmark.
Selain itu, Schneider Electric menjadi salah satu dari sembilan perusahaan dunia yang memperoleh nilai “A” dalam metodologi ACT Core WBA atas kemampuan menjalankan transisi karbon secara efektif.
”Perusahaan juga meraih skor 87 dari 100 dari EcoVadis dan memperoleh medali Platinum, menempatkannya dalam 1% teratas dari sekitar 150.000 perusahaan yang dinilai secara global selama enam tahun berturut-turut,” ucapnya.
Di bidang pengungkapan iklim, lanjutnya, Schneider Electric kembali masuk dalam CDP A-List 2025 dengan peringkat A dalam penilaian perubahan iklim oleh CDP.
”Perusahaan menjadi satu-satunya di sektornya yang mempertahankan peringkat tersebut selama 15 tahun berturut-turut dari total sekitar 23.000 perusahaan yang dinilai,” ujar dia.
Kemudian, dalam penilaian MSCI ESG Rating, Schneider Electric mempertahankan peringkat AAA selama 15 tahun berturut-turut serta masuk dalam indeks World ESG Selection dan World Low Carbon Selection.
Sementara itu, dalam Corporate Sustainability Assessment oleh S&P Global, perusahaan meraih skor 85 dari 100, menempati peringkat kedua di kelompok industrinya, serta masuk dalam indeks DJSI World selama 14 tahun berturut-turut.
Schneider Electric juga mencatatkan ESG Risk Rating sebesar 7,1 dari Sustainalytics dengan kategori risiko negligible.
”Perusahaan menempati peringkat pertama dari 301 perusahaan dalam kelompok sejenis dan masuk dalam 1% teratas dari sekitar 14.000 perusahaan yang dinilai,” ucapnya.
Selain capaian pemeringkatan, Schneider Electric kembali masuk dalam daftar Global 100 Most Sustainable Corporations yang dirilis oleh Corporate Knights.
Perusahaan juga meraih penghargaan Best Communication of Sustainability pada ajang IR Society Awards atas komunikasi ESG yang dinilai transparan dan konsisten.
Terbaru, Schneider Electric masuk dalam daftar Fortune World’s Most Admired Companies™ 2026, yang mencerminkan reputasi perusahaan di mata eksekutif dan analis global atas strategi, kepemimpinan, dan visi jangka panjang.
Martin Setiawan mengatakan, pengakuan tersebut mencerminkan konsistensi pendekatan serta kemajuan nyata dalam perjalanan keberlanjutan perusahaan.
“Di Indonesia, komitmen ini kami wujudkan dengan menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari strategi dan operasional, sejalan dengan agenda transisi energi nasional dan pembangunan berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus meningkatkan standar, sekaligus berkolaborasi erat dengan pemerintah, pelanggan, dan mitra untuk mendorong transformasi keberlanjutan yang inklusif dan berdampak nyata,” ujarnya.
Selama lima tahun terakhir, strategi keberlanjutan Schneider Electric dipandu oleh program Schneider Sustainability Impact (SSI) periode 2021–2025, yang menetapkan target terukur di bidang iklim, pengelolaan sumber daya, kepercayaan, dan kesetaraan peluang. Melalui program tersebut, perusahaan dua kali dinobatkan sebagai “Most Sustainable Company” oleh Corporate Knights serta oleh TIME Magazine dan Statista.







