Bisnis

‎Semen Merah Putih Perluas Jangkauan di Pasar Global melalui INTERCEM Asia 2026‎‎

Sakawarta, Jakarta – Di tengah tekanan yang terus membayangi industri semen ‎nasional dan global, PT Cemindo Gemilang (CMNT) Tbk melalui brand Semen Merah Putih menghadirkan pendekatan berbeda dengan menekankan pentingnya sistem bisnis terintegrasi berbasis sustainability yang tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi, tetapi juga mendorong efisiensi operasional dan pertumbuhan bisnis.‎‎

Commercial & Logistic Director CMNT Surindro Kalbu Adi menjelaskan, pendekatan ini menjadi sorotan dalam partisipasi perusahaan di perhelatan INTERCEM Asia 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, beberapa waktu lalu.‎‎

Surindro berujar, forum ini bernilai strategis karena mempertemukan pelaku industri semen global, mulai dari produsen, trader hingga investor.‎‎

“Dalam konteks global, Semen Merah Putih juga terus memperluas jangkauan pasar internasional melalui jaringan ekspor yang mencakup kawasan Asia Pasifik, Oseania, hingga Afrika dan Amerika,” kata Surindro dalam keterangannya dikutip Selasa (28/2/2026).

‎‎Didukung unit bisnis trading Aastar, perusahaan memperkuat distribusi global untuk produk semen dan klinker, baik dalam bentuk curah maupun kemasan dengan fleksibilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar.‎‎

Menurut dia, para pemangku kepentingan industri semen sendiri saat ini sedang menghadapi tekanan‎bisnis struktural yang signifikan. ‎‎Tingkat utilisasi produksi nasional tercatat hanya sekitar 51% akibat kondisi overcapacity, sementara permintaan mengalami penurunan sekitar 2,5% pada 2025. ‎‎

“Kondisi ini turut dipengaruhi oleh perlambatan proyek infrastruktur dan dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Namun, di tengah situasi tersebut, Semen Merah Putih justru mencatatkan kinerja positif‎ dengan pertumbuhan sebesar 4,2% di wilayah operasional utamanya pada 2025,” ujarnya.‎‎

Ia mengatakan capaian ini mencerminkan relevansi model bisnis perusahaan yang berfokus pada efisiensi dan integrasi sistem.

‎‎”Di tengah kondisi industri yang penuh tekanan, kami melihat bahwa kunci daya saing bukan hanya pada skala, tetapi pada seberapa efisien sistem yang kita bangun. Di Semen Merah ‎Putih, sustainability bukan sekadar komitmen lingkungan, tetapi menjadi fondasi untuk‎meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing bisnis,” ujar Surindro.‎‎

Mengubah Sustainability menjadi Keunggulan Bisnis‎‎

Berbeda dari pendekatan konvensional yang memandang sustainability sebagai kewajiban,‎ Semen Merah Putih menempatkannya sebagai penggerak utama efisiensi. ‎‎

Perusahaan mencatat penurunan intensitas karbon hingga sekitar 21% sejak 2016, yang berjalan seiring‎engan peningkatan efisiensi energi dan optimalisasi proses produksi.‎‎

Salah satu implementasi utama adalah penggunaan Waste Heat Recovery System (WHRS), yang mampu menyuplai sekitar 24% kebutuhan energi dalam proses produksi klinker sekaligus mengurangi emisi hingga sekitar 100.000 ton CO₂. ‎‎

Selain itu, berbagai inisiatif efisiensi energi telah berhasil menurunkan konsumsi listrik hingga sekitar 3 KWh per ton klinker.

‎‎”Pendekatan efisiensi ini tidak berhenti pada proses produksi, tetapi diperluas ke seluruh rantai pasok. Melalui integrasi supply chain, termasuk penggunaan kendaraan listrik pada‎ operasional logistik, Semen Merah Putih mampu menekan emisi hingga sekitar 8.500 ton CO₂ per tahun,” ujarnya.‎‎

Baca Juga  Jasa Marga Perkuat Ekosistem UMKM Binaan melalui Pelatihan Personal Branding dan Literasi Keuangan

Adapun optimalisasi infrastruktur distribusi, seperti pelabuhan dan jaringan logistik, juga turut meningkatkan kecepatan dan fleksibilitas distribusi.

‎‎Dari sisi produk, perusahaan juga terus memperkuat portofolio semen rendah karbon. Saat ini, sekitar 81% produk Semen Merah Putih merupakan non-OPC (Ordinary Portland Cement), lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri yang berada di kisaran 71%.

‎‎”Produk-produk inovatif seperti hydraulic cement bahkan mencatat pertumbuhan signifikan hingga 636,5% pada 2025, menunjukkan tingginya permintaan terhadap solusi konstruksi‎ng lebih efisien dan berkelanjutan,” ucapnya.

‎‎Seluruh produk Semen Merah Putih juga telah tersertifikasi Green Label dari Green Product Council Indonesia (GBCI), dengan sebagian besar berada pada level platinum. ‎‎

Selain itu, perusahaan juga memperoleh pengakuan dari World Cement Association atas komitmennya‎ dalam aksi iklim, serta penghargaan Sustainable Construction Material Award dalam ajang ARCH:ID 2025.‎‎

Secara kapasitas, Semen Merah Putih memiliki total kapasitas produksi mencapai sekitar, 4 juta ton semen dan 7 juta ton klinker per tahun di Indonesia, serta tambahan kapasitas di Vietnam sebesar 5 juta ton semen dan 3,2 juta ton klinker. ‎‎

Skala ini memperkuat posisi‎ perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperluas jangkauan ekspor.‎‎

“Melalui unit bisnis trading Aastar, perusahaan juga melihat peluang yang semakin besar di pasar internasional, khususnya untuk klinker dan semen. ‎Permintaan global kini tidak hanya‎ mempertimbangkan harga dan volume, tetapi juga aspek keberlanjutan, keandalan pasokan dan efisiensi rantai distribusi,” ucapnya.

‎‎”Melalui Aastar sebagai unit trading, kami melihat permintaan global semakin mengarah pada produk yang tidak hanya kompetitif secara harga, tetapi juga memiliki profil keberlanjutan yang jelas. Hal ini membuka peluang ekspor yang semakin luas bagi produk klinker dan semen dari Indonesia,” ujar Samar Gurung, Head of Trading dari Aastar‎Trading, salah satu anak usaha Cemindo yang berfokus di ekspor klinker dan semen.‎‎

Ia menambahkan, sistem supply chain yang terintegrasi memungkinkan perusahaan untuk merespons kebutuhan pasar secara lebih fleksibel, baik untuk pasar domestik maupun internasional.‎‎

“Dengan sistem yang terintegrasi, kami dapat menghadirkan solusi yang lebih responsif dan efisien sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar yang semakin dinamis,” lanjutnya.‎‎

Ke depan, Semen Merah Putih menargetkan pertumbuhan hingga dua kali lipat dari pertumbuhan pasar pada 2026, dengan terus memperkuat inovasi berbasis sustainability serta memperluas peran sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional dan pasar‎regional.‎‎

“Partisipasi dalam INTERCEM menjadi momentum bagi perusahaan untuk menegaskan di tengah industri yang semakin kompetitif, keberlanjutan tidak lagi sekadar diferensiasi, melainkan bagian dari sistem terintegrasi yang mampu mendorong efisiensi,‎keandalan pasokan, dan kinerja bisnis secara berkelanjutan,” katanya. []‎

Related Articles

Back to top button