BisnisEkonomi

SMF Dukung Ekonomi Inklusif, Hadirkan Produk Karya Kreasi Tuli Indonesia di DhawaFest 2026

Sakawarta, Jakarta — PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF turut memeriahkan DhawaFest 2026, dengan menghadirkan produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari komunitas disabilitas sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pemberdayaan ekonomi inklusif.

Adapun event DhawaFest 2026 yang dibuka oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tersebut, diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kementerian Keuangan pada 4-6 Maret 2026, di Dhanapala, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta.

“Kehadiran UMKM dari komunitas disabilitas ini mencerminkan keyakinan SMF bahwa setiap individu memiliki ruang yang sama untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional,” kata Direktur Keuangan dan Operasional SMF Bonai Subiakto dalam keterangannya dikutip Sabtu (7/3/2026).

Bonai Subiakto mengatakan bahwa dukungan terhadap UMKM komunitas disabilitas merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas.

“Sebagai BUMN yang bergerak di sektor pembiayaan perumahan, SMF tidak hanya berfokus pada peran bisnis perusahaan, tetapi juga terus mendorong inisiatif yang memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui semangat inklusivitas, kolaborasi, dan keberlanjutan,” tutur Bonai.

Melalui keikutsertaan tersebut, SMF ingin menunjukkan bahwa penguatan UMKM tidak hanya berbicara soal transaksi dan penjualan, tetapi juga tentang membuka akses, memperluas kesempatan, dan menghadirkan ruang yang setara bagi seluruh kelompok masyarakat, termasuk komunitas disabilitas.

“Dalam konteks ini, partisipasi pada DhawaFest 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas apresiasi publik terhadap karya-karya UMKM yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga membawa pesan kuat tentang kemandirian, kreativitas, dan daya juang,” ujar Bonai.

Baca Juga  JIP Dukung Pemberdayaan UMKM dan Kreativitas Anak dalam Family Fun Day Rusun Marunda

Founder Kreasi Tuli Indonesia, Ina menjelaskan, Kreasi Tuli Indonesia sudah berdiri dari tahun 2018.

“Saat ini sudah lebih dari 200 anggota disabilitas. Terima kasih kepada SMF yang telah mengajak kami untuk pameran di Dhawafest 2026. Produk yang kami bawa kali ini ada produk kuliner, batik, zero-waste karya teman-teman disabilitas yang tergabung dalam Kreasi Tuli Indonesia,” ujar Ina.

Ia berharap, SMF bisa terus membersamai Kreasi Tuli Indonesia. Sebelumnya, SMF pernah memberikan bantuan peralatan jahit. Saat ini SMF fokus pada bantuan pengembangan dan pembinaan untuk produksi makanan ringan atau snack “Kriukk Sunyi’ yang diproduksi oleh teman-teman tuna rungu.

“Dengan adanya bantuan ini, menumbuhkan harapan baru bagi mereka untuk dapat mandiri secara ekonomi,” tutur Ina.

Tema “Persembahan Elok Nusantara” sejalan dengan semangat yang dihadirkan dalam partisipasi SMF pada kegiatan ini. Tema tersebut tidak hanya menggambarkan keindahan karya-karya nusantara, tetapi juga merepresentasikan keragaman talenta Indonesia yang lahir dari berbagai komunitas.

Selain produk-produk Kreasi Tuli Indonesia, SMF menghadirkan produk dari Desa Wisata Binaan, seperti Batik Abstrak Kontemporer & Gula Semut Desa Hargotirto, produk UMKM jahe merah, kerajinan tangan kelompok tani wanita Karya Citra Desa Tenjolaya, serta produk UMKM Desa Wisata Pagerharjo.

“Produk-produk yang ditampilkan melalui booth SMF menjadi bagian dari ampilikasi bahwa keindahan Indonesia juga tercermin dari kemampuan masyarakatnya untuk terus berkarya dan bertahan di tengah tantangan,” ujarnya

Related Articles

Back to top button