Properti

‎SMF Salurkan Pendanaan Pembiayaan Perumahan Rp20,88 Triliun Sepanjang 2025

Sakawarta, ‎‎Jakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF sepanjang tahun 2025 menyalurkan dana mencapai Rp20,88 triliun kepada lembaga penyalur pembiayaan perumahan atau meningkat 22,8 persen dari sekitar Rp17,01 triliun pada 2024.‎‎

Dalam menjalankan mandat sebagai special mission vehicle Kementerian Keuangan (Kemenkeu), SMF terus mendukung Program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) sejak 2018.‎‎ Perseroan menyediakan porsi pendanaan sebesar 25 persen atas penyaluran KPR FLPP melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) yang kemudian dioptimalkan melalui skema blended financing dan penerbitan surat utang.‎‎

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menjelaskan, dari tahun 2018 hingga Desember 2025, SMF mencatat telah menyalurkan Rp 34,37 triliun atau setara 904.568 unit rumah.‎‎

“Penyaluran tersebut merupakan hasil optimalisasi Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan skema leveraging sebesar 1,9 kali melalui penerbitan surat utang senilai Rp17,94 triliun,” kata Ananta Wiyogo dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Jumat (6/3/2026).‎‎

Ananta menegaskan, sebagai alat fiskal Pemerintah, SMF memastikan setiap PMN yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal melalui skema leverage yang prudent dan terukur. ‎‎

“Hal ini menjadi bentuk tanggung jawab kami dalam mendukung akses dan keterjangkauan pembiayaan perumahan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga  Gaet Qatar, Pemerintah Siap Bangun Rusun di Lahan Perumahan DPR Kalibata Usai Lebaran

‎‎Ananta melanjutkan, sepanjang 2025, SMF juga melakukan sejumlah langkah strategis, termasuk menjadi korporasi pertama yang surat utangnya eligible pada transaksi repo Bank Indonesia.‎‎

Selain itu, perseroan menghadirkan produk pembiayaan baru seperti Griya Nusantara dan Griya Tunas yang menyasar pembiayaan mikro perumahan.‎‎Dalam mendukung Program Perumahan Nasional, khususnya Program Tiga Juta Rumah, SMF memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan tidak tetap dan pekerja sektor informal. ‎‎

“Sepanjang 2025, SMF bersama lembaga keuangan menyalurkan pembiayaan Griya Tunas sebanyak 52.142 rumah, melampaui target pemerintah sebesar 50.000 rumah,” katanya.‎‎

Ia mengatakan capaian tersebut didukung pendanaan yang diterima perseroan sepanjang 2025 sebesar Rp10,6 triliun, serta penguatan peringkat dari lembaga pemeringkat internasional dan domestik.‎‎

Dari sisi kinerja keuangan, total aset SMF hingga Desember 2025 tercatat Rp66,814 triliun atau tumbuh 15 persen secara tahunan. ‎‎Laba bersih juga meningkat 5 persen menjadi Rp565 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.‎‎

“Ke depan, SMF akan mengoptimalkan peran strategisnya melalui sosialisasi surat utang sebagai underlying instrument repo Bank Indonesia, penguatan peran SMF Research Institute, serta inovasi produk keuangan jangka panjang. Pada tahun 2026, kami akan terus mengakselerasi peran strategis SMF dalam membangun sektor pembiayaan perumahan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan,” tutur Ananta Wiyogo.‎

Related Articles

Back to top button