Bisnis

Solusi Bangun Indonesia Borong 3 PROPER Hijau dari KLH Atas Kekonsistenan Tekan Emisi Industri

Sakawarta, Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI menganugerahkan 3 PROPER Hijau kepada PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) atas kekonsistenan Perusahaan dalam menurunkan emisi industri semen pada tahun 2025.

Penghargaan diterima oleh Direktur Operasi SMCB Edi Sarwono dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMCB Asruddin, di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Selasa (7/4/2026) lalu.

“3 PROPER Hijau 2025 yang diterima Perusahaan menjadi pengakuan atas kinerja dan inovasi bidang pengelolaan lingkungan dan sosial kemasyarakatan yang dijalankan di Pabrik Cilacap, Pabrik Tuban, dan Pabrik Lhoknga yang dioperasikan oleh anak usaha, yaitu PT Solusi Bangun Andalas,” kata Edi Sarwono dalam keterangannya dikutip Kamis (16/4/2026).

Ia menekankan, penghargaan ini menandakan kinerja pengelolaan lingkungan yang dijalankan oleh Perusahaan telah melampaui kepatuhan (beyond compliance), termasuk efisiensi energi, pengurangan emisi, serta pemberdayaan masyarakat.

Edi Sarwono mengakui capaian ini merupakan hasil sinergi antara inovasi operasi dan pemberdayaan komunitas.

“Keberlanjutan harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan energi dan penurunan emisi di pabrik, hingga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata,” ujar Edi Sarwono.

Baca Juga  Semen Merah Putih Utamakan Aspek Kualitas, Inovasi, dan Kolaborasi untuk Membangun Indonesia

Sebagai bagian dari PT Semen Indonesia (SIG), Solusi Bangun Indonesia terus memperkuat transformasi industri bahan bangunan melalui pendekatan produksi yang lebih efisien dan bertanggung jawab.

“Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inovasi operasional di unit produksi utama yang memberikan dampak langsung terhadap efisiensi energi dan penurunan emisi,” katanya.

Di Pabrik Lhoknga, Perusahaan mengimplementasikan burner rendah emisi untuk meningkatkan efisiensi proses pembakaran sekaligus menekan emisi, serta memberdayakan masyarakat untuk mengolah limbah kelapa yang sebelumnya hanya dibuang dan berkontribusi terhadap emisi, kini menjadi pakan ternak yang efisien bagi warga setempat.

Solusi Bangun Indonesia Pabrik Tuban memperkuat penggunaan bahan bakar alternatif sekaligus bersama masyarakat mengembangkan TPST untuk mendorong pengelolaan dan pemanfaatan sampah bernilai tambah.

Sementara, Pabrik Cilacap mengoptimalkan pemanfaatan oil sludge atau limbah industri sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara, serta menggandeng masyarakat untuk terlibat dalam program konservasi berbasis edutainment & ekowisata kreatif.

Lalu, Pabrik Tuban memperkuat substitusi energi fosil melalui optimalisasi penggunaan bahan bakar alternatif dalam proses produksi kiln. Edi Sarwono bilang, Perusahaan juga bahu-membahu bersama masyarakat membangun pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) pertama di Kabupaten Tuban, untuk edukasi budaya pengelolaan sampah dan pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai tambah.

“Solusi Bangun Indonesia akan terus mendorong inovasi berbasis efisiensi sumber daya dan energi, untuk mendukung transformasi industri menuju proses produksi yang lebih rendah karbon dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” katanya. []

Related Articles

Back to top button