Site icon sakawarta.com

‎Survei ISS: Tingkat Kepercayaan Publik pada Presiden Prabowo Subianto Sentuh 90,9%

Presiden Prabowo Subianto saat peresmian BPI Danantara di Jakarta, Senin (24/2/2025). Foto: Biro Humas Kementerian PKP.

Presiden Prabowo Subianto saat peresmian BPI Danantara di Jakarta, Senin (24/2/2025). Foto: Biro Humas Kementerian PKP.

Sakawarta, Jakarta – Survei nasional terbaru Indonesian Social Survey (ISS) menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia menilai kualitas hidup mereka berada pada kategori “cukup baik”. Dari skala 0–100, indeks kualitas hidup nasional tercatat di angka 65. Selain itu, 90,9 persen responden menyatakan percaya dengan Presiden Prabowo Subianto.

‎Direktur Eksekutif ISS Whinda Yustisia menjelaskan, survei dilakukan terhadap 2.200 responden di 38 provinsi sepanjang Juli 2025.

‎”Ada tujuh aspek yang diukur yakni kesejahteraan psikologis, kesehatan, keamanan, rasa percaya sosial dan institusi, partisipasi politik, kesejahteraan ekonomi, serta kualitas lingkungan,” kata dia dalam keterangannya dikutip Sabtu (23/8/2025).

‎Hasilnya, kata dia, aspek keamanan mencatat skor tertinggi dengan 72,3, disusul kesehatan (70,1) dan rasa percaya sosial & institusi (70,2).

‎Sementara itu, kesejahteraan ekonomi menjadi titik terlemah dengan skor hanya 42,6, jauh di bawah aspek lainnya.

‎“Temuan ini menegaskan bahwa orang Indonesia relatif merasa bahagia, sehat, aman, dan percaya pada institusi negara, namun ekonomi rumah tangga masih menjadi masalah nyata,” kata Whinda Yustisia.

‎Menariknya, survei juga mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah mencapai 78 persen, meski ekonomi dianggap lesu.

‎Analisis ISS menunjukkan kepuasan publik lebih ditentukan faktor non-ekonomi seperti rasa aman, legitimasi politik, hingga layanan dasar.

‎Kata Whinda, dari 39 indikator kualitas hidup, hanya delapan yang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan publik, antara lain kepuasan hidup, rasa aman, fasilitas sekolah, serta tingkat kepercayaan pada Presiden, Wakil Presiden, Menteri, TNI, dan jalannya demokrasi.

‎“Publik ternyata menilai pemerintah lebih dari sekadar kinerja ekonomi. Faktor afektif seperti rasa aman dan kepercayaan politik memberi kontribusi besar,” ujar Direktur Penelitian ISS Kadek Dwita.

‎Adapun satu temuan yang paling menonjol adalah tingkat kepercayaan masyarakat pada Presiden yang mencapai 90,9 persen, disebut sebagai salah satu angka tertinggi sejak era reformasi.

‎Ia mengungkapkan, temuan ISS menyiratkan pergeseran penting yakni ekonomi bukan lagi faktor utama yang
‎menentukan kepuasan politik.

‎Di Indonesia 2025, menurut dia, kepuasan publik lebih bersifat afektif seperti rasa percaya, asa aman, dan persepsi layanan publik yang layak.

‎”Bagi Presiden Prabowo, angka kepercayaan publik yang tinggi adalah modal sosial besar. Ia bisa memperkuat stabilitas pemerintahan, memperlancar agenda kebijakan, dan meningkatkan
‎penerimaan publik terhadap program-program besar. Namun, modal ini rapuh jika tidak dikonversi menjadi perbaikan nyata, khususnya ekonomi rumah tangga, kepuasan bisa cepat menurun,” katanya.

Exit mobile version