Target Pramono Anung: LRT Jakarta Tembus ke JIS dan Stasiun Whoosh, Andalkan Creative Financing

Sakawarta, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan rencana pengembangan lanjutan LRT Jakarta guna memperkuat konektivitas antarmoda transportasi di Ibu Kota.
Setelah pembangunan Fase IB Stasiun Velodrome-Stasiun Manggarai hingga Stasiun Dukuh Atas yang ditargetkan rampung pada 2028, Pemprov DKI akan fokus mengembangkan dua koridor baru yang menghubungkan LRT Jakarta dengan Jakarta International Stadium (JIS) dan Stasiun Kereta Cepat Whoosh.
Pramono menjelaskan, salah satu jalur yang akan dikembangkan adalah rute menuju JIS.
Menurut politisi senior PDI Perjuangan (PDIP) itu, koridor tersebut telah mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sehingga memiliki landasan yang kuat untuk segera direalisasikan.
Selain itu, Pemprov DKI juga merencanakan pembangunan jalur LRT menuju Stasiun Whoosh, agar jaringan transportasi yang dikelola BUMD milik Pemerintah Jakarta dapat terintegrasi dengan kereta cepat.
Ia meyakini, jika kedua jalur tersebut terhubung, maka konektivitas transportasi publik di Jakarta akan meningkat secara signifikan.
”Ke depan ada dua yang akan dikembangkan. Yang pertama ke JIS, trayeknya sebenarnya sudah mendapatkan izin dari Kementerian Perhubungan. Yang kedua ke KCIC atau Whoosh. Kalau dua itu terkoneksi, maka konektivitasnya akan semakin baik,” ujar Pramono di Stasiun LRT Rawamangun, Jakarta, dikutip Rabu, 15 Juli 2026.
Ia menerangkan, untuk merealisasikan proyek tersebut, Pramono mengaku telah berdiskusi dengan Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin.
Pramono mengungkapkan, Pemprov DKI membuka peluang penggunaan skema creative financing atau pembiayaan kreatif agar pembangunan tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Melalui skema tersebut, pemerintah membuka kesempatan bagi berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam pembangunan infrastruktur transportasi di Jakarta.
Pramono meyakini, kedua koridor tersebut memiliki prospek penumpang yang tinggi sehingga akan dilirik investor.
“Saya sudah berdiskusi dengan Pak Dirut Jakpro Iwan Takwin. Untuk dua jalur itu kita perbolehkan menggunakan creative financing, bekerja sama dengan siapa pun yang ingin membangun Jakarta. Saya yakin karena ini menjadi trayek yang padat, banyak yang bersedia dan mau berpartisipasi,” kata Pramono Anung. []







