Bisnis

Wijaya Karya Bangunan Gedung (WEGE) Lanjutkan Pembangunan Kompleks DPR II di IKN Senilai Rp1,96 Triliun

Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) melanjutkan pembangunan gedung dan kawasan Lembaga DPR II di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Kendati demikian, perseroan belum merinci target penyelesaian proyek tersebut.

Adapun pembangunan kawasan Lembaga DPR II dilakukan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) antara WEGE, PT Nindya Karya, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

Direktur Utama WEGE Mahendra Vijaya mengatakan fokus utama pelaksanaan proyek saat ini adalah menjaga kualitas pembangunan secara menyeluruh.

“Fokus operasional yang kami jalankan di Kawasan Lembaga DPR II bukan sekadar untuk memastikan proyek selesai sesuai kontrak,” kata Mahendra dalam keterangan resmi dikutip Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut Mahendra, KSO BUMN karya tersebut menerapkan konsep konstruksi hijau dan bangunan pintar dalam pembangunan kompleks DPR II.

Menurut dia, sinergi antaranggota KSO terus dijaga untuk mendukung efisiensi pelaksanaan proyek dan kualitas hasil pembangunan.

Ia menginformasikan, proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp1,96 triliun. Kompleks DPR II dibangun di atas lahan seluas 68.666 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 100.652 meter persegi melalui skema rancang bangun (design and build) terintegrasi.

Baca Juga  Bosch Car Service Hadirkan Solusi Perawatan Kendaraan Berkualitas di Indonesia

Lingkup pekerjaan KSO mencakup dua fokus utama. Pertama, pembangunan gedung yang meliputi area Gedung B2, C2, dan D, termasuk pekerjaan struktur, arsitektur, interior, serta instalasi Mechanical, Electrical and Plumbing (MEP).

Kedua, penataan kawasan terintegrasi yang meliputi pekerjaan fondasi geoteknik, lanskap, tata cahaya kawasan, infrastruktur jalan dan jembatan, serta penyediaan jaringan utilitas seperti saluran air minum, air limbah, dan drainase.

Kompleks DPR II tersebut dirancang untuk memenuhi kriteria Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan Bangunan Gedung Cerdas (BGC) atau smart building. Penerapannya didukung teknologi Building Information Modelling (BIM) tingkat lanjut.

Related Articles

Back to top button