Bisnis

Semen Merah Putih Concrete Tech Day Batam 2025, Percepat Adopsi Green Cement di RI

Semen Merah Putih terus mendorong peningkatan produksi semen non-OPC yang lebih ramah lingkungan, dengan mencatatkan porsi penjualan sebesar 81% pada tahun 2024.

Sakawarta, Jakarta – PT Cemindo Gemilang Tbk. (CMNT) emiten Semen Merah Putih mendorong transformasi industri konstruksi melalui Concrete Tech Day Batam 2025 di Provinsi Kepulauan Riau pada 15-16 Mei, untuk mempercepat adopsi green cement atau semen hijau di pulau yang berdekatan dengan Singapura tersebut.

GM Sales & Marketing Semen Merah Putih Oza Guswara menerangkan, wilayah Batam menjadi salah satu benchmark nasional dalam konstruksi berkelanjutan.

Ia berkata, ketika transisi menuju konstruksi berkelanjutan masih berada di fase rencana di banyak wilayah, Batam justru sudah mencatat kemajuan signifikan.

“Lewat acara ini, Semen Merah Putih menampilkan bagaimana kolaborasi nyata di Batam berhasil mempercepat adopsi semen hijau, sekaligus membuka peluang bagi daerah lain untuk mengikuti jejaknya,” kata Oza Guswara dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (17/5/2025).

Oza menerangkan, Concrete Tech Day menjadi platform kolaboratif yang diinisiasi oleh Semen Merah Putih untuk mempertemukan para pemangku kepentingan industri konstruksi dalam mendiskusikan tren dan solusi terkini.

“Concrete Tech Day tidak hanya sekadar forum diskusi, tetapi juga ruang kolaborasi untuk mendorong transformasi menuju pembangunan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai agenda reguler tahunan, Concrete Tech Day kali ini diselenggarakan di wilayah yang telah menjadi pionir dalam pemanfaatan semen hijau (hidraulis).

Berdasarkan data Semen Merah Putih, lebih dari 90% pemain beton di Batam telah menggunakan semen hidraulis. Hal ini menjadikan Batam sebagai benchmark penting dari proses transisi industri konstruksi nasional menuju rendah karbon.

Oza Guswara menekankan, pendekatan inovatif bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan. CMNT telah lama menjadikan berbagai spektrum inovasi yang dilakukan, sebagai visi dan model usaha dalam jangka panjang.

“Pesan yang dibawakan oleh Tagar #BangunInovasi Semen Merah Putih adalah sebuah janji yang harus kami lakukan dan deliver ke konsumen apapun tantangannya,” kata Oza.

Baca Juga  Emiten Semen Merah Putih, PT Cemindo Gemilang Cetak Laba Bersih Rp159 Miliar

Semen Merah Putih meyakini hal yang sama dalam implementasi konstruksi berkelanjutan. Oleh karena itu, pihaknya mempunyai komitmen greenovation, bahwa implementasi konstruksi berkelanjutan pun harus dimulai dengan inisiasi dan inovasi.

“Concrete Tech Day adalah salah satu inisiasi kami untuk terus mendorong transformasi penggunaan semen hijau di Indonesia,” ujarnya.

Oza menambahkan, komitmen greenovation adalah sebuah pendekatan sustainability yang terintegrasi dari hulu ke hilir, terdiri dari 4 hal, yaitu Process, Product, People dan Planet.

Kata dia, inisiasi keberlanjutan Semen Merah Putih dimulai dari proses produksi yang ramah lingkungan, seperti efisiensi energi dan pemanfaatan kembali energi terbuang untuk pembangkit listrik melalui teknologi Waste Heat Recovery System.

Oza menegaskan, Semen Merah Putih terus mendorong peningkatan produksi semen non-OPC yang lebih ramah lingkungan, dengan mencatatkan porsi penjualan sebesar 81% pada tahun 2024.

“Komitmen ini turut diperkuat melalui pengembangan kapasitas para ahli konstruksi, di antaranya lewat program Mandor Pintar Institute dan forum edukatif seperti Concrete Tech Day,” katanya.

Selain itu, Semen Merah Putih menginisiasi program perbaikan lingkungan hidup, salah satunya dengan mengembangkan MPtree, sebuah microalgae photobioreactor yang mampu menyerap CO2 dari lingkungan layaknya pohon.

Head of Technical Marketing CMNT Syarif Hidayat menambahkan, komitmen Greennovation yang diusung oleh Semen Merah Putih, telah membuat pihaknya merancang produk FLEXIPLUS sebagai solusi ramah lingkungan yang juga unggul secara teknis.

“Teknologi di balik FLEXIPLUS memang dikembangkan bukan hanya untuk mengurangi jejak karbon, tetapi juga untuk memastikan kemudahan dan efisiensi dalam penggunaannya di lapangan. Kami ingin inovasi ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh pelaku konstruksi, bukan hanya sebagai jargon keberlanjutan, tetapi sebagai solusi dan inovasi yang nyata,” ujarnya.

Kata Syarif, dirancang untuk tetap memberikan kualitas dan durabilitas beton yang optimal, Semen Merah Putih FLEXIPLUS juga mengurangi emisi karbon hingga 20% dibandingkan semen konvensional (OPC).

“Selain itu, produk ini telah meraih sertifikasi Green Label Indonesia dari Green Product Council Indonesia (GBCI), yang menunjukkan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan tertinggi dalam industri bahan bangunan,” katanya.

Related Articles

Back to top button