Hot News

Menhut Raja Juli: Saya Tak Pernah Terbitkan Izin Pelepasan Kawasan Hutan Sumatra

Sakawarta, Jakarta – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengeklaim tidak pernah mengeluarkan izin pelepasan kawasan hutan atau menurunkan fungsi hutan di wilayah terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar).

Hal tersebut dikatakan Raja Juli saat rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (4/12/2025).

“Termasuk Pak Ketua, Pak Wakil Ketua, di tiga provinsi terdampak, satu jengkal pun, saya tidak pernah melakukan pelepasan kawasan di tempat tersebut,” ucap Raja Juli.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu juga mengaku tidak pernah menerbitkan izin pelepasan kawasan hutan di luar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Selain PSN yang diperintahkan oleh Presiden dan ini merupakan asta cita beliau, saya tidak pernah menerbitkan pelepasan kawasan,” kata Raja Juli.

Raja Juli menyebut hanya satu pengecualian yang terjadi di luar PSN, yakni untuk kepentingan pembangunan kampus IAIN di Bima.

“Di luar itu, saya bisa bersaksi, saya secara ketat seperti apa yang diperintahkan oleh Pak Presiden Prabowo Subianto, tidak pernah mengeluarkan atau menurunkan fungsi hutan,” ujarnya.

Baca Juga  Presiden Jokowi Gelar Rapat Perdana di Istana IKN Nusantara

Di sisi bersamaan, Raja Juli Antoni pun mengklaim angka deforestasi di tiga provinsi yang terdampak banjir bandang hingga longsor di Pulau Sumatra mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Penurunan deforestasi tersebut juga teridentifikasi pada tiga provinsi terdampak banjir. Di Aceh menurun sebesar 10,04 persen. Di Sumatra Utara menurun sampai 13,98 persen, dan di Provinsi Sumatra Barat turun 14 persen jika sekali lagi dibandingkan dengan tahun 2024,” katanya.

Menurut Raja Juli, penurunan deforestasi tidak hanya terjadi di tingkat daerah, tetapi juga tercatat secara nasional.

Hingga September 2025, kehilangan tutupan hutan di Indonesia menurun hampir seperempat dari angka tahun sebelumnya.

“Pada 2025, deforestasi Indonesia hingga bulan september, saya tegaskan sampai bulan September, karena kami akan ukur kembali di akhir Desember, deforestasi Indonesia hingga bulan September menurun sebesar 49.700 hektare jika dibandingkan tahun 2024 atau menurun 23,01 persen” ucap Raja Juli Antoni.

Related Articles

Back to top button