Menakar Strategi Menkeu Purbaya Tarik Dana Rp200 Triliun dari Himbara untuk Pemulihan Sumatra

Sakawarta, Jakarta – Ekonom dari Universitas Andalas (Unand) Prof. Syafruddin Karimi menyinggung kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang beberapa bulan lalu kadung menggelontorkan dana segar sebesar Rp200 triliun ke himpunan bank milik negara (Himbara) untuk menggeliatkan ekonomi nasional.
Dana tersebut sudah tersebar di Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank BTN dan lainnya.
“Menkeu Purbaya guyur Bank Himbara sebesar RP200 triliun agar ekonomi tidak kering,” ujar Prof. Syafruddin dalam keterangan resmi dikutip Senin (8/12/2025).
Tentu tidak ada yang dapat memprediksi bencana besar bakal terjadi kapan, dalam hal ini adalah peristiwa banjir bandang disertai longsor yang memorak-porandakan Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Menurut Syafruddin, Menkeu Purbaya saat ini tengah berpikir keras terkait kas negara yang mengendap di Bank Indonesia (BI) ataupun Himbara, untuk dialirkan ke lokasi bencana, demi memulihkan wilayah Sumatra seperti sedia kala.
“Kini ekonomi bencana di Sumatra, berapa ratus triliun Menkeu Purbaya mau guyurkan ke daerah. Ekonomi bencana jauh lebih berbahaya dibanding ekonomi kering,” ujarnya.
Syafruddin mencatat, berdasar keterangan Menkeu Purbaya, sisa kas negara pemerintah yang masih tersisa sebesar Rp276 triliun.
Ia mendorong agar dana tersebut digunakan untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur dasar, rumah, lahan dan lainnya di Sumatra, pascabencana di akhir November 2025 kemarin.
“Itu sangat adil bila dipakai untuk recovery, rehabilitation, dan reconstruction yang terukur dan terencana dengan baik di 3 provinsi terdampak bencana banjir bandang, longsor, dan luncuran kayu-kayu berdiameter besar serta limbah-limbah pembalakan,” ucapnya.
“Tidak ada alasan RI tak punya anggaran,” tutur Syafruddin menambahkan.
Syafruddin berpendapat, di sisi bersamaan, dana Rp200 triliun yang kadung dialirkan ke Bank Himbara, bisa dipakai lagi oleh Menkeu Purbaya bila belum menjadi investasi riil yang baru seperti dipesankan sebelum peluncuran dana.
“Status bencana nasional makin cepat makin baik untuk keluarkan ekonomi dari ancaman yang parah,” tutur Syafruddin.







