Pemerintah Diminta Pompa Ekonomi di Jawa, Ekses Bencana Sumatra

Sakawarta, Jakarta – Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas) Muhammad Syarkawi Rauf mengungkapkan, kontribusi Sumatra yang sedang mengalami bencana banjir bandang dan longsor terhadap perekonomian nasional sekitar 25%.
Syarkawi memproyeksikan, jika pertumbuhan Sumatra turun di kuartal atau Q-4 tahun 2025 karena bencana, pasti kontribusinya terhadap pertumbuhan nasional juga turun secara signifikan.
“Apalagi Sumatra Utara (Sumut), Aceh, dan Sumatra Barat (Sumbar), daerah dengan perekonomian yang besar di Pulau Sumatra,” kata Syarkawi dikutip dari keterangannya pada Senin (8/12/2025).
Syarkawi mencatat, jika dihitung-hitung, kontribusi Sumatra terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada Q-3 tahun 2025 secara tahunan bisa mencapai sekitar 1,225 persen.
“Di mana pertumbuhan Pulau Sumatra pada Q-3 2025 sebesar 4,9 persen,” ujarnya.
Artinya, lanjut dia, untuk tumbuh lebih tinggi di Q-4 tahun 2025 secara nasional, maka Pulau Sumatra harus tumbuh di atas 4,9 persen sehingga kontribusinya terhadap pertumbuhan nasional lebih besar 1,225 persen.
Namun, ditegaskan Syarkawi, dalam situasi bencana alam seperti sekarang, hampir mustahil untuk tumbuh lebih tinggi.
Artinya, lanjut Syarkawi, perekonomian Pulau Jawa yang menyumbang 55 persen terhadap perekonomian nasional yang harus dipompa lebih kencang. Sebab, Sulawesi dan Kalimantan kontribusinya kecil terhadap nasional.
“Kontribusi Pulau Sulawesi terhadap pertumbuhan nasional hanya 0,42 persen, sangat kecil. Tidak bisa jadi pengungkit pada situasi krisis,” kata Syarkawi.







